
JAKARTA — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina mengucapkan selamat kepada Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) atas hasil perjuangannya mewujudkan Bank Nagari menjadi Bank Syari’ah. RUPS {Rapat Umum Pemegang Saham ) pada Sabtu (30/11/2019) telah menyetujui Bank Nagari dikonversi menjadi Bank Syari’ah.
“Saya berharap, setelah terjadi konversi Bank Nagari menjadi Syari’ah, akan terjadi trobosan yang besar terhadap perkembangan UMKM di Sumatera Barat. Perkembangan UMKM di Sumbar yang baik dengan adanya kontribusi Bank Nagari, hendaknya juga akan memicu daerah lain untuk mengikuti jejak Sumatera Barat dalam pengelolaan perbankan milik provinsi masing-masing”, ujar Nevi dalam press relis yang diterima padangmedia.com Senin (2/2/2019).
Anggota komisi VI DPR RI ini mengatakan, bahwa nilai-nilai adat Sumatera Barat sangat kental dengan pengaruh syariat Islam. “Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabulloh, sudah mendarah daging pada masyarakat Sumatera Barat secara umum”, tuturnya.
Sekarang, lanjut Nevi, tinggal nilai-nilai mulia ini dapat di implementasikan langsung di lapangan. Selain itu yang paling penting adalah keberkahan yang selalu diharapkan oleh seluruh masyarakat Sumbar dengan membawa rasa aman, rasa nyaman, rasa damai menyentuh individu-individu secara umum.
Legislator Sumatera Barat ini menjelaskan, bahwa salah satu indikator keberkahan adalah ketika masyarakatnya memiliki kebahagiaan yang tidak terlalu jauh satu sama lain yang di tunjukkan dengan kecilnya gini rasio (indikator pengukur tinkat ketimpangan pendapatan). Salah satu contoh adalah melihat situasi masyarakat di zaman Umar bin Abdul Azis yang memiliki gini rasio sangat kecil.
Untuk daerah Sumatera Barat berdasar data BPS tahun 2018, persoalan gini rasio perlu menjadi perhatian khusus. Meski pada tahun 2018 ada kenaikan dibandingkan tahun 2017, namun tingkat konsumsi masayarakat Sumbar di antara sesama penduduknya ada perbedaan yang cukup lebar. Penguatan UMKM, lanjut dia, akan memberikan kontribusi yang sangat baik untuk memperkecil gini rasio.
“Info yang kami dapat dari BPS menunjukkan ketimpangan di Sumatera Barat lebih baik dari propinsi lain. Saat ini Sumatera Barat berada pada posisi ke empat secara nasional pada persoalan gini rasio setelah Bangka Belitung, Kaltara dan Sumatera Utara. Saya berharap Bank Nagari yang sudah menjadi Syariah dapat lebih membantu memperkecil gini rasio di Sumbar hingga terbaik secara nasional”, ucap Nevi (nit/*)






