Nelayan Agam Masih Pertahankan Tradisi Maelo Pukek
  • Home
  • Agam
  • Nelayan Agam Masih Pertahankan Tradisi Maelo Pukek

Nelayan Agam Masih Pertahankan Tradisi Maelo Pukek

Tradisi maelo pukek nelayan Agam. (foto: amc)

AGAM – Nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam masih mempertahankan tradisi ‘maelo pukek’. Bahkan, tradisi unik tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke pesisir Pantai Tiku.

Maelo pukek adalah menangkap ikan dengan menggunakan pukat yang dilakukan secara bekerjasama dan bergotong-royong oleh para nelayan. Maelo pukek dilakukan secara berkelompok oleh 10 hingga 30 orang nelayan dalam kurun waktu 2 sampai 3 jam.

Jika bekerjanya secara bergotong royong, maka hasil tangkapan juga dibagikan secara bersama-sama. Hal itu sebagai gambaran sikap kerja sama masyarakat dan sudah menjadi tradisi turun menurun.

Wali Jorong Pasie Paneh Syafrinal, Selasa (5/2) seperti dilansir dari AMC mengatakan, di daerah itu, dalam satu hari, para nelayan dapat maelo pukek 2 sampai 5 kali. Tergantung cuaca untuk melaut.

“Jika cuaca bagus, nelayan dapat maelo pukek hasil tangkapannya 2 sampai 5 kali dalam sehari. Sebaliknya, kalau cuaca buruk, maelo pukek hanya dilakukan satu kali bahkan tidak ada sama sekali,” ungkapnya. (fajar/*)

Berita Terkait

Leave a Reply