
PADANG – Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta para ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemprov Sumbar untuk meningkatkan disiplin, baik dalam kerja maupun kesungguhan kerja. Termasuk disiplin keuangan yang merupakan bahagian dari upaya meningkatkan pelayanan penyelenggaraan pemerintah daerah.
“Kemaren ada seorang rekanan dari Sumbar yang menyampaikan keluhan bahwa dalam lelang proyek, Unit Layanan Pengadaan tidak mau ambil risiko, hanya menetapkan pemenang berdasarkan harga termurah. Sehingga, kini ada kontraktor dari Irian dan Aceh dapat kerjaan, sementara mereka tidak tahu situasi daerah dan akibatnya hasil kerja asal jadi,” kata Wagub pada arahan di halaman kantor gubernur, Senin (31/12) yang dihadiri Sekdaprov Drs. Alwis, Asisten Ekonomi dan Pembangunen Ir. Beny Warlis, MM, Asisten Administrasi dan Kesra Drs. Nasir Ahamad, MSi,Staf Ahli Rosman Effendi, Kabiro Pemerintahan, Kabiro Pembangunan Kerjasama Rantau, Kabiro Umum, Kabiro Hukum, Kasatpol PP, pejabata eselon III dan IV serta staf.
Menurut Wagub, karena sudah ada banyak turunan sub kerjaan, akibatnya pengadaan bahan proyek tidak maksimal. Ke depan, sesuai arahan BPK, pihak kontraktor perencana, kontraktor pelaksana dan kontraktor pengawas harus ikut bertanggungjawab. Hasil kerja akan diuji secara teknis kualitas hasil kerja.
“Tidak ada lagi ASN yang ikut menjadi pengawas dan perencanaan karena dikhawatirkan ada sistem tidak berjalan dengan baik,” ungkap Nasrul Abit.
Wagub juga menyampaikan, Pemprov Sumbar telah menerbitkan imbauan perayaan tahun baru agar tidak berlebihan. Jauhi perbuatan maksiat, judi, mabuk-mabukan, zina dan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dari banyak bencana yang datang, banyak isu dan kisah yang mestinya jadi pelajaran. Sampai saat ini, tidak ada orang dan teknologi yang mampu mengetahui kapan terjadi gempa atau bencana. Oleh karena itu, diharapkan di lokasi-lokasi wisata di seluruh Sumatera Barat agar tidak melakukan perayaan pergantian yang berlebihan. Bagi umat muslim sesuai imbauan diharapkan di rumah saja atau melakukan zikir atau muhashabah di masjid dan mushalla, ujar Nasrul Abit. (rin/*)






