
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melepas jemaah calon haji Kloter III Embarkasi Padang di asrama haji Padang, Rabu (18/7) malam. Mereka berasal dari 388 orang jemaah haji dari Kabupaten Agam. Hadir juga Bupati Agam yang diwakili Kepala Kemenag Agam, Kakanwil Provinsi, Kabiro Binamental, OPD terkait, dan Kabiro UIN Bukittinggi.
Wagup kepada para jemaah haji meminta agar memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Apalagi kesempatan naik haji harus butuh waktu antrian selama sekitar 17. “Kita pergi ibadah haji kesempatan sekali. Lakukan ibadah dengan baik, jangan mudah percaya kata orang-orang dimanapun shalat di tanah suci Mekkah sama, itu salah. Shalat itu sebanyak-banyak ya di Masjid Nabawi Madinah dan Masjid Haram. Di sana lipatan pahala ibadah yang besar pahalanya. Lepaskan diri dari kesibukan lain yang tidak perlu. Usahakan shalat di Masjid Nabawi dan Masjid Haram,” pesannya.
Wagub juga menyampaikan untuk selalu menjaga kebersamaan. “Saat ini didapat kabar suhu di Mekkah panasnya dari 40 – 54 derjat. Di dalam kamar, kita ada enam orang, ada yang suka pakai AC, ada yang tidak. Butuh kesabaran dalam kebersamaan saling menahan diri, saling menghargai dan menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baik karena Allah SWT,” kata Wagub.

Nasrul Abit juga meminta jemaah untuk tidak takabur. Ia menceritakan pengalaman seorang teman yang menganggap enteng. Tahu-tahu, baru sampai di tanah suci sudah masuk rumah sakit karena hernia dan 7 hari di rumah sakit. Kemudian, ada juga yang merasa takabur tahu semua lokasi ibadah haji. Akibatnya, hilang selama 3 hari tidak dapat diketahui keberadaannya.
“Sebaiknya sewaktu baru saja mendarat di tanah suci berdoa dahulu kepada Allah SWT agar jangan dipermalukan diri selama dalam menjalankan ibadah haji. Berdoa dimudahkan dalam melaksanakan semua penyelenggaraan ibadah haji, Kemudian, berdoa juga untuk diberi kesehatan dan kekuatan sabar dan selalu ingat akan kebesaran dan kekuatan Allah SWT. Menjalankan ibadah haji juga merupakan perjuangan hidup dengan ketaatan dan semangat kegigihan,” himbau Nasrul Abit serius.
Ada lebih tiga juta jemaah haji dari berbagai negara se dunia saat ini menyelenggarakan haji. Karena itu, para jemaah diminta menjaga nama baik bangsa dan negara. Jangan memakai daster, tapi pakailah pakaian yang baik dan rapi. “Amat mudah mencari prang Indonesia, yang suka pakai baju batik dan perawakan yang sawo matang,” katanya.
Indonesia dengan 13 embarkasi haji dan mendapat kuota haji lebih kurang 200 ribu orang. Saat ini, panitia PPIH telah membuat buku panduan untuk dipelajari dengan baik agar dalam melakukan ibadah haji dapat sesuai dengan syariat yang benar dan baik.
Sementara itu, menurut laporan panitia penyelenggaraan haji Sumbar, Afrizal, MM, jumlah jemah haji Sumbar tahun 2018 4.640 orang yang dibagi dalam 17 kloter. Masing-masing kloter berangkat 395 jemah haji dengan 5 petugas.
Jemaah haji termuda di kloter III embarkasi Padang berusia 20 tahun atas nama Muhammad Imran Suriyanto. Sedangkan tertua berusia 88 tahun dari Ampek Angkat Canduang Agam. (rin/*)






