
PADANGPANJANG – Jika di Pariaman ada nasi Sek (sebungkus Kenyang) dan di Bukittinggi ada nasi kapau, maka di Kota Padangpanjang ada nasi Kabaka. Nasi kabaka adalah kuliner khas Padangpanjang.
Nasi kabaka atau yang berarti nasi buat bekal, adalah sebuah cara ibu-ibu di Minangkabau zaman dahulu untuk membekali anggota keluarganya saat hendak berpergian. Dengan cara dibungkus daun pisang, cita rasa nasi kabaka tetap terjaga selama di perjalanan.
Saat ini, Pemko Padangpanjang menjadikan nasi kabaka sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner yang ada di kota itu. Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padangpanjang, Dalius Rajab bersama Kepala Bidang Pariwisata, Medi Rosdian menceritakan, nasi kabaka merupakan nasi yang dibungkus padat menggunakan daun pisang lembut dan lauknya dibenamkan ke dalam nasi.
Lauknya seperti di rumah makan biasa, ada telor, ikan, ayam, rendang, jengat, dendeng. Tetapi, pada nasi kabaka, lauk itu sejak awal dimasukan ke tengah nasi. Nanti begitu dibuka, wangi daun pisang menyeruak membuka selera.
“Hingga kini, tempat usaha nasi kabaka di Padangpanjang ada sembilan buah. Harganya berkisar antara Rp12.000 hingga Rp17.000 per bungkus,” kata Dalius.
Sejak tahun 2016, pihaknya sudah menjual nasi kabaka sebagai paket perjalanan wisata ke bandara, tetapi tidak begitu banyak wisatawan yang berminat karena kurangnya informasi tentang nasi kabaka. Pada tahun 2018, Dinas Pariwisata kembali akan membuat nasi kabaka sebagai produk unggulan.
“Kami akan jadikan kuliner nasi kabaka ini sebagai produk unggulan serta mempunyai nilai jual yang tinggi untuk wisatawan dan masyarakat,” jelas Medi.
Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Pariwisata mengajak pengusaha kuliner Padangpanjang agar mau menyiapkan nasi kabaka di tempat mereka jualan, baik sebagai produk unggulan maupun produk tambahan. Selain itu, Dinas Pariwisata juga akan bekerja sama dengan travel agent agar mempromosikan nasi kabaka kepada wisatawan yang singgah dan melintasi Padangpanjang.
Padangpanjang dengan penduduk sekitar 53.000 jiwa dikenal dengan masakannya yang enak. Hal itu didukung pula oleh iklim yang dingin, antara 17,4 sampai 28,8 derajat celcius. Pemandangan melihat Gunung Marapi, Singgalang, Tandikat dan Bukit Barisan. Ada sawah, lembah Danau Singkarak yang indah terlihat dari jauh di beberapa tempat.
Pesonanya ditambah pula dengan letak kota yang sangat strategis di pertigaan jalan darat jantung Sumatera. Padangpanjang dilewati lintas tengah Sumatera dari Aceh ke Lampung menuju Jawa, dan dari Padang ke Pekanbaru, Dumai menuju Melaka-Malaysia. Kondisi itu memungkinkan untuk mudah disinggahi. Dekat dari Bandara International Minangkabau, sekitar 60 km.
Objek wisata di kota itu juga banyak dan beragam. Seperti wisata sejarah dan budaya, pemandian Lubuk Mata Kuciang, wisata kampus, wisata kesehatan, wisata event, wisata religi, kuliner, agrowisata, dan wisata alam. (de/r)






