
PADANG-Setelah pada pekan lalu hanya tujuh kabupaten/ kota yang masuk kategori Zona Oranye, pekan ke-55 pandemi Covid-19 naik lagi menjadi sembilan kabupaten/ kota. Zona Kuning berkurang dari 12 menjadi 10 kabupaten/ kota.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal menyebutkan, pengelompokan daerah berdasarkan skor hasil penghitungan 15 indikator data onset.
“Dari hasil penghitungan pekan lalu, maka pekan ke-55 pandemi daerah termasuk Zona Oranye bertambah lagi menjadi sembilan kabupaten dan kota, setelah pekan lalu hanya tujuh,” tulis Jasman di situs resmi pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar, Minggu (28/3/2021) siang.
Skor Zona Oranye adalah pada kisaran 1,81 – 2,40. Diurut berdasarkan skor, pertama adalah Kabupaten Solok Selatan dengan skor 2,39. Kemudian Padang Pariaman (skor 2,37), Sijunjung (skor 2,35) dan Kabupaten Pasaman (skor 2,33) serta Kota Solok (skor 2,33).
Berikutnya, Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,32), Tanahdatar (skor 2,29), Kabupaten Agam (skor 2,22) dan Kabupaten Solok (skor 2,12).
Jasman menyebutkan, skor paling rendah adalah Kabupaten Solok. Menurutnya, daerah itu telah enam pekan berturut-turut berada pada posisi terburuk dalam penanganan covid-19.
“Kabupaten Solok perlu mendapat perhatian serius, karena kasus positif Covid-19 naik dan tingkat kesembuhan sangat rendah,” ujarnya.
Sementara itu, kabupaten/ kota yang masuk Zona Kuning memiliki skor di kisaran 2,41 sampai 3,00. Pekan ini Kota Pariaman terbaik dengan skor 2,78. Kemudian Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,65), Pasaman Barat (skor 2,59) dan Kota Bukittinggi (skor 2,50).
Berikutnya Kota Sawahlunto (skor 2,49), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,45), Kota Padangpanjang (skor 2,45), Kabupaten Dharmasraya (skor 2,45) dan Kota Padang (skor 2,44) serta Kota Payakumbuh (skor 2,43).
Jasman menambahkan, Kota Pariaman menjadi yang terbaik pekan ini. Setelah selama enam bulan posisi terbaik selalu diraih oleh Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Berdasarkan data tersebut, menurut Jasman, pada pekan ke-55 pandemi Covid-19 di Sumbar, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau. Semakin tinggi skor, artinya semakin baik penanganan dan pengendalian Covid-19 di daerah tersebut.
Sementara itu, Jasman mengulas, secara nasional Provinsi Sumbar berada pada Zona Kuning dengan skor Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) 2,43. Positivity Rate 7,69 (Standard WHO 5,0). Namun secara nasional, PR Sumbar termasuk sangat rendah.
Kondisi pertambahan kasus positif di Sumbar, sampai akhir pekan ke-54 total telah terinfeksi Covid-19 sebanyak 31.249 orang. Recovery Rate (tingkat kesembuhan) 94,49 persen, atau sembuh sebanyak 29.622 orang. Merupakan capaian kesembuhan tertinggi secara nasional.
Meninggal dunia tercatat 682 orang atau 2,18 persen.
Kasus Aktif sebanyak 1.045 orang (3,33 persen) dari 31.249 orang. Rinciannya, dirawat di rumah sakit rujukan 251 orang (0,80 persen), isolasi Mandiri 732 orang (2,34 persen), isolasi di karantina provinsi 3 orang (0,01 persen) dan di kabupaten/ kota 59 orang (0,19 persen). (Febry)






