Naik Kereta Api Bandara, Alternatif Lain Bersantai Liburan Lebaran
  • Home
  • Berita
  • Naik Kereta Api Bandara, Alternatif Lain Bersantai Liburan Lebaran

Naik Kereta Api Bandara, Alternatif Lain Bersantai Liburan Lebaran

Image

PADANG- Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi libur Idul Fitri 1443 H di Kota Padang. Masyarakat tidak perlu mendatangi objek wisata yang penuh sesak setiap libur lebaran.

Mereka bisa menikmati sensasi menaiki kereta api dengan rute lokal. Naik kereta api bernama Minangkabau Express bisa menjadi alternatif mengisi libur lebaran bersama keluarga tercinta.

Masyarakat tampak antusias menikmati perjalanan dengan kereta Minangkabau Express, Sabtu (7/5). Sebagian besar kursi dalam kereta tersebut terisi. Penumpang bukanlah mereka yang akan terbang melalui Bandara Intenational Minangkabau, tetapi orang-orang biasa yang hendak bersantai .

Bagi yang hendak menaiki kereta ini bisa memulai perjalanan dari Stasiun Padang di Simpang Haru. Mereka cukup membayar tiket Rp 10.000 per orang untuk sekali perjalanan. Jadwalnya pun bervariasi dan bisa dilihat di aplikasi KAI Access.

Rute yang ditawarkan yakni dari Stasiun Padang hingga Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman. Kereta api ini juga melayani rute sebaliknya. Selain itu, kereta juga meluncur ke arah Utara dengan rute Lubuk Alung hingga berakhir di Kayutanam.

Penumpang bisa juga naik di stasiun atau shelter yang ada di sejumlah lokasi. Lokasinya ada di Pulau Aia (Kota Tua Padang), Tarandam, Alai, Tabing hingga Duku.

antri tiket di stasiun Tabing

Masyarakat bisa memilih lokasi terdekat untuk naik kereta api tersebut. Begitu memasuki Stasiun Padang suasananya begitu nyaman karena desainnya modern.

Petugas di lokasi penjualan tiket juga sangat ramah. Masyarakat yang hendak membeli tiket harus memastikan sudah berbekal Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Setelah itu menanti jadwal keberangkatan sesuai pemesanan tiket. Satu persatu penumpang naik ke kereta bisa memilih kursi yang tersedia. Suasana dalam kereta api ini begitu bersih dan udaranya sejuk karena terdapat pendingin udara di setiap sudut kereta.

Warna krem mendomasi interior dalam kereta api ini. Kursi berwarna hijau dan krem sangat nyaman bagi wisatawan yang duduk menikmati pemandangan kota. Perjalanan dari Stasiun Padang menuju Stasiun BIM menempuh waktu sekitar 45 menit.

Namun para penumpang tidak akan bosan karena begitu menikmati perjalanan wisata kota tersebut selama hampir satu jam. Seorang wisatawan, Rani mengaku sengaja menikmati suasana naik kereta itu.

Wisatawan asal Kota Pekanbaru mengaku tahu tentang layanan kereta ini dari saudaranya di Padang. “Begitu tahu saya langsung ingin mencoba, ya asyik ternyata,” paparnya, kemarin sore.

Dirinya mengaku puas bisa menikmati perjalanan pulang pergi dengan kereta. Ia berharap lain kali bisa menikmati rute lain ke Kayutanam.”Mudah-mudahan lain kali bisa mencoba rute lain. Katanya ada juga sampai ke Kayutanam, pasti lebih seru, bisa menikmati pemandangan alam. Sayang, liburan Lebaran udah habis, nggak sempat lagi,” kata Rani yang harus segera kembali ke Pekanbaru.

Penumpang lain, Ce  Liu,  juga  tampak menikmati perjalanannya. meski berdomisili di kawasan kota tua Muara Padang, ia baru kali ini mencoba kereta api Bandara. Ia mengajak anaknya yang masih Sekolah Dasar untuk mengenalkan stasiun kecil yang mereka lewati. Sepanjang jalan, mulut kecil bocah 7 tahun itu tak pernah berhenti untuk bertanya pada sang ibu. “Ia sangat antusias.Baru pertama kali naik kereta api. Kebetulan libur sekolah jadi kami manfaatkan untuk jalan-jalan,” ujar Ce LIu. (do)

Berita Terkait

Leave a Reply