PADANG PANJANG — Berbagai usulan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian sosial budaya, penguatan keamanan lingkungan, serta penanganan infrastruktur dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu (4/2), di aula kantor lurah setempat.
Dalam forum tersebut, pihak kelurahan mengusulkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pelatihan pembuatan kue basah sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah produk pangan bernilai ekonomi.
Selain itu, diusulkan pula pelaksanaan event budaya dan religi guna menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap adat dan tradisi nagari yang mulai memudar.
Pada sektor keamanan dan keselamatan lingkungan, kelurahan mengusulkan pengadaan lampu penerangan jalan di sejumlah kawasan permukiman yang masih minim cahaya, yakni RT 01, RT 03, RT 04, RT 06, dan RT 09. Pembangunan pos keamanan lingkungan (poskamling) juga diusulkan untuk kawasan rawan di sepanjang Jalan By Pass.
Di bidang ekonomi, Sigando mengajukan bantuan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong pengembangan usaha masyarakat. Sementara pada sektor sosial, diusulkan pelaksanaan Program Sekolah Lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian warga lanjut usia.
Untuk penanganan infrastruktur lingkungan, kelurahan mengusulkan normalisasi Batang Sikakek yang kerap meluap saat musim hujan akibat pendangkalan sungai.
Walikota yang diwakili Kepala Bappeda, Putra Dewangga menyampaikan, Pemerintah Daerah saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, Pemko terus berupaya mencari sumber pendanaan alternatif melalui berbagai skema pembiayaan serta melakukan komunikasi aktif dengan Pemerintah Pusat.
Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis, seperti pengelolaan sampah, kemiskinan, dan stunting. Terkait pengelolaan sampah, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini telah penuh.
“Kami berharap muncul ide dan gagasan dari masyarakat yang dapat dibina melalui perangkat kelurahan bersama instansi terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut, isu kemiskinan dan stunting juga menjadi fokus utama, sejalan dengan komitmen daerah untuk menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Untuk Sigando, angka stunting tercatat sekitar 11 persen dan diharapkan dapat ditekan melalui program pemberdayaan yang terintegrasi.
Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha menyebut, musrenbang sebagai forum strategis dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Ia berharap forum ini dimanfaatkan secara optimal dengan penyusunan usulan yang transparan dan terukur.
“Tidak semua usulan dapat terealisasi karena keterbatasan anggaran, sehingga penetapan skala prioritas menjadi sangat penting. Namun seluruh masukan dan partisipasi masyarakat memiliki nilai strategis,” katanya.
Sementara itu, Lurah Sigando, Erosen Adera mengatakan, seluruh usulan yang disampaikan merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat dan diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan warga Sigando. (de)







