Musik Etnik, Jazz dan Film Warnai Jong Bataks Arts Festival II
  • Home
  • Berita
  • Musik Etnik, Jazz dan Film Warnai Jong Bataks Arts Festival II

Musik Etnik, Jazz dan Film Warnai Jong Bataks Arts Festival II

MEDAN – Musik etnik, jazz dan film warnai Jong Bataks Arts Festival II digelar di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan Selasa – Sabtu (27-31/10) nanti. Acara yang dibesut Rumah Karya Indonesia ini mulai dari jazzer etnik Murni Surbakti, Irwansyah Harahap, Martogi Sitohang, Hendrik Perangin-angin, hingga dramawan nasional Idris Pasaribu termasuk Tampe Mangaraja Silaban, Mangatas Pasaribu, dan Togu Sinambela.

Manager Program Rumah Karya Indonesia Ojak Manalu didampingi Manager Produksi Jhon Fawer Siahaan menyatakan untuk kegiatan kali ini melibatkan 76 komunitas seni akan tampil dalam perhelatan tersebut.

“Pada tahun kedua perhelatan ini, Jong Bataks Arts Festival mengusung tema Batakulturasi Nusantara”  sebutnya kepada padangmedia.com melalui pers relisnya kemarin.

Manalu menambahkan dalam rangkaian kegiatan Jong Bataks Arts Festival 2015 ini mengangkat pertunjukan seni berbasis tradisi. Lalu dibalut dengan pameran seni rupa, wokshop musik tradisi, “ Festival Film Pelajar Sumatera Utara bertemakan Kebhinekaan dan Panggung Nusantara, sekaligus karnaval nusantara yang akan diisi sahabat-sahabat dari suku-suku di luar dari Batak itu sendiri,” sebutnya.

Jong Bataks Festival, jelasnya  dengan kehadiran para seniman berpengaruh tersebut untuk memberi darah segar pada kreator-kreator muda agar terus berkarya dalam kondisi sesulit apapun.

Dalam perjalanan berkeseniannya, Irwansyah Harahap, Martogi Sitohang, Hendrik Peranginangin dan Murni Surbakti selalu berkontribusi di dunia kesenian lewat bunyi. Para artis meramu bunyi menjadi sesuatu yang menggugah emosi dan pemikiran publik.

“Dengan teknik dan kepekaan rasa mereka dapat menarik perhatian masyarakat memasuki wilayah-wilayah hening, tajam, sendu, kencang, tragis, imanjiner, romantis atau rindu yang menyayat,” sebut Ojak Manalu.

Ia merinci, hari pertama pertunjukan seni yang akan ditampilkan, seperti Lae To Rocks (musik), Jones Gultom (sastra), Forum Anak Muara (tari dan musik) dan Martogi Sitohang (musik). Pada 28 Oktober 2015, Jong Bataks Arts Festival menyajikan pertunjukan seni Nusantara. Pada hari kedua masyarakat disuguhkan dengan keanekaragaman budaya Indonesia termasuk Karnaval Budaya dan Pembukaan Pameran Seni Rupa.

Adapun Komunitas seni dan individu yang menyemarakkan Jong Bataks Arts Festival, yakni Musik (Ade Lambey, Hendra Ginting, The Bamboes, Kalila Project, Filsafatian, Medan Blues Society, Kramat USU, Babaraja, Dongans Project, Markus Sirait), Teater (Teater Rumah Mata, Teater Oteta, Teater SH82, Medan Heritage, THRISDA, Kopasude), Tari (Seroja 150, PakPak Sopo Etnik, Sabry Gusmail, Sinar Budaya), Sastra (KSI Medan, Juhendri Chaniago), Film “Risalah Van Der Tuk”, dan Film “Joyurney Of The Java Minor (sutradarai oleh David Dermadi dari Padangpanjang).

Pada 29 Oktober 2015, khusus penampilan Teater Rengget. Teater yang dibentuk oleh anak-anak pengungsi korban letusan Sinabung. Mereka berbicara tentang harapan dan cita-cita mereka yang hampir sirna karena bencana. Pada hari itu juga akan ada pemutaran film Tanda dan Nira!.

Hari terakhir  Sabtu (31/10) nanti, jelasnya menampilkan sub etnik Mandailing, Simalungun, Pakpak, Angkola, dan Toba. Mereka adalah Sanggar Kreatif Naposo Nauli (Pematangsiantar), Indah Bunda Dzibril, Samoland Dance, Tampe Mangaraja Silaban, Dihar Simalungun, Sanggar New Jolo, Irwansyah Harahap.

“Pemutaran film tentang seorang tokoh pendidikan dari Sumatera Utara Senandung William,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply