
SAWAHLUNTO – Pemerintah Sawahlunto sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sumbar ke 36 akan mengefisiensikan dana dan memanfaatkan produk lokal dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut.
Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menyatakan, dana yang digunakan dalam MTQ Nasional ke 36 provinsi Sumbar mencapai Rp6,5 miliar. Sebanyak Rp3,5 miliar di antaranya berasal dari APBD Provinsi Sumbar. Sedangkan Rp2 miliar dari APBD Kota Sawahlunto.
“Kita berharap, selain dana Rp6,5 miliar yang digunakan untuk MTQ Nasional XXXVI Provinsi Sumbar, juga akan ditambah dengan dana yang dibelanjakan para kafilah dari kabupaten dan kota yang datang,” sebutnya di hadapan Wakil Walikota Sawahlunto, Ismed dan Kakan Kemenang, Ramza Husmen dan rombongan kafilah asal Sawahlunto di balaikota, kemarin.
Selain efisiensi dana, sebutnya, Pemko Sawahlunto juga akan memaksimalkan pemanfaatkan produk lokal dalam memenuhi kebutuhan pelaksanaan MTQ Nasional ke 36 Provinsi Sumbar. Berbagai kebutuhan pendukung mulai dari makanan hingga souvenir akan menggunakan produk lokal masyarakat Sawahlunto. Sehingga, anggaran yang tersedot dalam pelaksanaan MTQ Nasional ke 36 Provinsi Sumbar dapat berputar di tengah masyarakat.
Sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ Sumbar ke 36 yang akan berlangsung 7 sampai 14 November 2015., Walikota Sawahlunto tidak akan membebankan target prestasi kepada kafilah Sawahlunto. “Jangan takut atau ciut ketika melihat orang lain tampil lebih baik, Sawahlunto harus siap menghadapi tantangan. Berusahalah semaksimal mungkin, saya yakin hasil terbaik akan mengikuti,” ujar Ali Yusuf.
Acara pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan karya kaligrafi terbaik untuk Ali Yusuf dan Ismed. Karya kaligrafi yang indah tersebut merupakan hasil karya dua orang kontingen Sawahlunto yang akan turun pada cabang Khat atau kaligrafi, yakni Rusdi Candra dan Yandre. (tumpak)






