
AGAM – Tokoh masyarakat Agam yang juga bupati terpilih dalam Pilkada 2015 menghimbau segenap warga daerah itu agar tidak menjadikan momen pergantian tahun untuk melakukan perbuatan yang kurang bermanfaat.
“Jangan melakukan perbuatan yang mungkin merusak diri dan melanggar ajaran agama dan adat. Jadikanlah momentum itu untuk mawas diri,” ujarnya kepada padangmedia.com belum lama ini.
Menurutnya, selama ini banyak peristiwa menyedihkan terjadi pada momen pergantian tahun. Ada generasi muda yang tewas karena menenggak minuman keras (miras). Banyak pula yang teler karena mengonsumsi Narkoba.
“Hendaknya jangan sampai generasi muda Agam tewas sia-sia akibat miras serta celaka karena Narkoba. Karena, generasi muda adalah harapan bangsa. Apa yang diharapkan dari generasi teler?” ujarnya.
Menurutnya, boleh-boleh saja ikut bergembira pada momen pergantian tahun. Tidak ada salahnya. Namun, bergembiralah sewajarnya. Jangan merusak diri dan fasilitas umum. Banyak ditemukan generasi muda yang begadang menanti momen pergantian tahun dengan membakar ban bekas di badan jalan aspal. Itu jelas merusak fasilitas umum.
“Ada juga yang mabuk-mabukan. Itu cara yang tidak betul menanti pergantian tahun karena bisa merusak diri sendiri,” tambahnya.
Dijelaskan, mabuk-mabukan adalah budaya jahiliyah. Mabuk-mabukan dilarang karena bisa menyebabkan pelakunya kehilangan akal sehat. Seseorang yang kehilangan akal sehat, bisa melakukan tindakan dan perbuatan apa saja. Bahkan sampai perbuatan, yang dilarang keras dalam Agama Islam.
“Orang yang kehilangan akal sehat, bisa saja melakukan perbuatan haram, seperti menganiaya teman sendiri, mencuri, bahkan sampai membunuh,” ujarnya mengingatkan.
Menurutnya pula, Agam kini membutuhkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohaninya guna mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat secara bersama-sama menjaga dan mengawasi anak remaja agar tidak terjerumus sebagai pencandu miras dan narkoba.
“Itu tugas kita bersama, tanpa kecuali aparat keamanan, aparatur sipil negara (ASN), Ninik Mamak, dan unsur nan ampek jinih bersama Bundo Kanduang. Bila dilakukan secara bersama, berlandaskan prinsip ‘basamo mangko manjadi,’ saya yakin generasi muda Agam akan terbebas dari jeratan miras dan narkoba,” ujarnya penuh harapan. (fajar)






