
AGAM – Kepolisian Resort (Polres) Agam, Sumatera Barat mempertemukan pihak yang bertanggung jawab pasca pelemparan mobil Pariwisata Raun Sumatera dengan nomor polisi BA 7939 LU oleh para pelajar SMA N 1 Lubuk Basung, pada Selasa (15/11) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB didekat Pasar Lama Lubuk Basung.
Pelemparan mobil yang membawa rombongan pelajar SMA N 1 Tilatang Kamang itu berawal saat mereka hendak pulang setelah menonton pertandingan final sepak bola antara SMA N 1 Lubuk Basung vs SMA N 1 Matur di lapangan hijau SMPN 1 Lubuk Basung. Pertandingan itu membawa hasil kekalahan bagi SMA N 1 Lubuk Basung.
Diduga tidak terima dengan kekalahan, para suporter dari SMA N 1 Lubuk Basung mengejar para pemain dari SMA N 1 Matur. Namun, para siswa nakal ini salah sasaran, sehingga merusak mobil para rombongan SMA N 1 Tilatang Kamang dengan melemparinya batu.
“Para suporter dari SMA N 1 Lubuk Basung ini salah sasaran. Mereka mengejar dan melempari mobil rombongan SMA N 1 Tilatang Kamang hingga rusak,” Kata Kasat Reskrim Polres Agam di sela-sela mediasi di ruangannya, Rabu (16/11).
Atas kejadian tersebut, pihaknya mempertemukan Kepala SMA N 1 Lubuk Basung, Drs. Taslim dan Bagian Kesiswaan, Drs. Amrizal bersama Kepala Sekolah SMA N 1 Tilatang Kamang, Drs. Edi Rahmana dan guru olahraga Drs. Efrizon. Hadir juga pemilik mobil Yopi Saputra dan Kasi Peningkatan Manajemen & Pembinaan Altet Berprestasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Beni Sastra, S.Pd dan Kasi Sapras Olahraga, Drs. Nanang Ruslani.
Dalam mediasi tersebut, akhirnya ketiga belah pihak itu mendapat kata sepakat. Pihak SMA N 1 Lubuk Basung akan bertanggung jawab untuk memperbaiki mobil milik Yopi Saputra yang sudah rusak dan pihaknya berjanji akan membina serta memberi sanksi yang tegas kepada para siswa yang terlibat.
“Alhamdulillah, akhirnya kedua belah pihak mendapat kata sepakat dengan disertai surat pernyataan perdamaian,” pungkasnya. (fajar)






