Minim Sarana, SMKN 7 Padang Butuh Dukungan dan Perhatian
  • Home
  • Berita
  • Minim Sarana, SMKN 7 Padang Butuh Dukungan dan Perhatian

Minim Sarana, SMKN 7 Padang Butuh Dukungan dan Perhatian

Pertemuan tatap muka Komite dengan majelis guru SMKN 7 Padang membahas berbagai program dan mencari solusi untuk memecahkan persoalan yang dihadapi sekolah karawitan tersebut, Sabtu (22/7). (febry)
Pertemuan tatap muka Komite dengan majelis guru SMKN 7 Padang membahas berbagai program dan mencari solusi untuk memecahkan persoalan yang dihadapi sekolah karawitan tersebut, Sabtu (22/7). (febry)

PADANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Padang membutuhkan perhatian. Di tengah kebanggaan atas berbagai prestasi, sekolah tersebut kekurangan sarana dan prasarana.

Kepala SMKN 7 Padang, Mudirman mengungkapkan, sarana prasarana yang paling dibutuhkan adalah mobiler dan perangkat komputer serta rehab beberapa ruangan.

“Kebutuhan mobiler ini sangat kami rasakan seiring dengan terus bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun,” ungkapnya dalam pertemuan tatap muka dengan Komite Sekolah dan majelis guru, Sabtu (22/7).

Dia menyebutkan, total peserta didik sekolah jurusan seni pertunjukan tersebut tahun 2017 ini sebanyak 740 siswa. Terdiri dari 240 siswa Kelas XII, 253 siswa Kelas XI dan Kelas X atau peserta didik baru sebanyak 247 siswa.

“Siswa yang lulus tahun ini sebanyak 194 siswa, sedangkan siswa masuk 247 siswa. Terus terjadi kenaikan setiap tahun yang membuktikan kepercayaan masyarakat kepada SMKN 7 Padang,” ujarnya.

SMKN 7 Padang memiliki enam jurusan. Jurusan tersebut adalah Jurusan Tari, Karawitan, Jurusan Musik non klasik, Broadcasting dan Jurusan Tata Rias Kecantikan.

Mudirman menambahkan, seluruh jurusan tersebut diminati oleh siswa sehingga jumlah peserta didiknya berimbang. Seluruh jurusan berorientasi kepada keahlian diri sesuai dengan jurusannya, sehingga diharapkan  mampu mengekspresikan diri mengaplikasikan keterampilan dan ilmu yang diperolehnya.

Terkait kebutuhan komputer, dia menyebutkan hal itu sejalan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tahun lalu, SMKN 7 Padang masih melaksanakan Ujian Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sementara tahun ini, kebijakan pemerintah mengharuskan seluruh sekolah melaksanakan UNBK.

“Melihat jumlah siswa, sedikitnya dibutuhkan 125 unit komputer supaya siswa bisa ujian dua shift,” lanjutnya.

Ketua Komite SMKN 7 Padang Inmart Welly menyatakan komite sekolah siap membantu sekolah dengan berbagai upaya sesuai kewenangan. Lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 75 tahun 2016 memberi peluang bagi masyarakat melalui komite sekolah untuk berperan dalam dunia pendidikan.

“Kesempatan ini akan kami manfaatkan sekuat tenaga dalam rangka membantu SMKN 7 melengkapi sarana prasarana serta mensukseskan program sekolah lainnya,” katanya.

Welly juga meminta alumni sekolah yang dulu bernama Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) ini untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan SMKN 7 Padang. Peran alumni juga sangat menentukan kemajuan sebuah sekolah sehingga sangat diharapkan untuk ikut mengulurkan tangan.

Dia juga berharap, orangtua siswa memiliki pemahaman yang sama dan ikut membantu terlengkapinya sarana prasarana sekolah.

“Kalau sarana prasarana lengkap, maka suasana belajar anak-anak tentu akan semakin nyaman sehingga anak-anak bisa menimba ilmu dengan tenang,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply