Meriahkan HKN 2019, YAICI - DPW Aisyiyah Sumbar Gelar Edukasi Pangan Sehat Bergizi
  • Home
  • Berita
  • Meriahkan HKN 2019, YAICI – DPW Aisyiyah Sumbar Gelar Edukasi Pangan Sehat Bergizi

Meriahkan HKN 2019, YAICI – DPW Aisyiyah Sumbar Gelar Edukasi Pangan Sehat Bergizi

PADANG – Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia ( YAICI) bersama dengan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat menyelenggarakan edukasi pangan sehat bergizi, Selasa (5/11/2019). Kegiatan itu digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2019 dengan tema Peduli Gizi Anak Menuju Generasi Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday dan Kepala bidang Pengujian Balai Besar POM Padang, Hilda Murni. Hadir juga Wakil majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Noor Rochmah Pratiknya, dan Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mengatakan, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi mengakibatkan kekeliruan pemberian asupan gizi kepada anak. Misalnya, pengetahuan tentang susu. Menurut Arif, sebagian masyarakat beranggapan setiap yang berwarna putih adalah susu dan semua susu adalah sama.

Untuk itu Arif menekankan pentingnya regulasi dan pengawasan pangan oleh pemerintah dalam hal ini adalah BPOM.

” BPOM telah mengeluarkan kebijakan tentang label dan iklan susu kental manis dan kami mengapresiasi sikap tegas BPOM tersebut,” ungkapnya.

Arif juga berharap agar produsen ikut bertanggungjawab meluruskan persepsi salah yang sudah terbentuk di masyarakat. Dia melihat, susu kental manis (SKM) sejak dulu diiklankan sebagai minuman bernutrisi untuk bayi dan pertumbuhan anak.

“Padahal SKM itu sebenarnya tidak seperti itu, jadi kami berharap produsen mau meluruskan kesalahpahaman di masyarakat ini,” ujar Arif.

Dia membeberkan, susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi yaitu 20 gram persekali saji dengan nilai protein 1 gram, lebih rendah dari susu lainnya. Dengan kandungan nutrisi sebanyak itu, susu kental manis hanya masuk dalam kategori bahan makanan dan minuman atau toping.

Sementara itu kepala Bidang pengujian Balai besar BPOM Padang, Hilda Murni membenarkan hal itu. Hilda menegaskan, susu kental manis tidak memenuhi kecukupan asupan gizi dan hanya untuk penambah atau toping.

“SKM itu hanya memiliki delapan persen protein sehingga tidak bisa memenuhi asupan gizi dan hanya untuk penambah makanan dan minuman atau toping,” kata Hilda.

Hilda menyatakan, BPOM telah mengeluarkan surat edaran (SE) kembali kepada produsen dan masyarakat terkait persepsi yang salah terkait SKM.

Hilda juga mengatakan, sebenarnya produsen sudah memuat label yang memuat komposisi dan peringatan pada kemasan. Namun kelemahannya, masyarakat belum memahami karena tidak membaca label informasi pada kemasan tersebut.

Wakil Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Noor Rochmah Pratiknya mengatakan, perlu ada pengawalan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Tanggung jawab kesehatan masyarakat memang ada di tangan pemerintah.

“Namun pekerjaan rumah ini akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan oleh seluruh elemen yang ada termasuk keluarga sebagai elemen terkecil dalam sebuah negara,” tegas Noor Rochmah. (Zal)

Berita Terkait

Leave a Reply