Meriahkan Hari Pahlawan, Dinas Pariwisata Gelar Nobar 'Ketika Bung Di Ende'
  • Home
  • Berita
  • Meriahkan Hari Pahlawan, Dinas Pariwisata Gelar Nobar ‘Ketika Bung Di Ende’

Meriahkan Hari Pahlawan, Dinas Pariwisata Gelar Nobar ‘Ketika Bung Di Ende’

PADANGPANJANG – Pasca start stage 7 Tour de Singkarak (TdS), Dinas Pariwisata Kota Padangpanjang menggelar nonton bareng (nobar) dalam memeriahkan momen Hari Pahlawan pukul 20.00 WIB di Kompi Markas Secata B, Sabtu (10/11) malam.

Pemutaran film berjudul Soekarno “Ketika Bung di Ende” menceritakan tentang sosok presiden pertama RI yang diasingkan ke Pulau Ende, Florest Nusa Tenggara Timur. Meski diasingkan ke daerah terpencil sekalipun, Soekarno tetap semangat mengobarkan jiwa juang bagi masyarakat untuk membela tanah air dari penjajahan.

Acara yang dibuka Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diwakili Dra. Lindia Chaerosti. Pihak bidang Penyusun Program Apresiasi tersebut, menyampaikan bahwa film adalah media sebagai pendidikan karakter bagi semua kalangan.

“Kami Pusbang film yang di bawah Kemendikbud berusaha agar film Indonesia menjadi lebih baik lagi, sehingga tidak menjadi momok yang hanya sebagai tontonan semata. Karena bagaimanapun, film itu adalah media pendidikan karakter bagi semua kalangan,” ujar Lindia.

Lindia mengatakan, bahwa setiap tahun Pusbang film mengadakan kegiatan bersifat pendidikan, guna memfasilitasi masyarakat yang berminat untuk terjun di dunia film. Pihaknya mengharapkan agar masyarakan dapat men-support dunia perfilman Indonesia agar makin diminati.

Tentang film Soekarno “Ketika Bung di Ende” ini, ditambahkan Lindia, merupakan produksi dari Kemendikbud, dan bukan film layar lebar yang sifatnya profit untuk mendatangkan keuntungan. “Namun ini tentang sejarah, bagaimana Soekarno dalam pengsingannya yang tetap mengobarkan semangat juang masyarakat Indonesia,” pungkas Lindia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padangpanjang, Dalius, menyampaikan, agenda panggung hiburan rakyat dengan pemutaran film sejarah Soekarno tersebut bertujuan menjadikan start TdS yang terbaik.

“Kita menginginkan start terbaik di tahun ini dengan memberikan panggung hiburan rakyat sampai malam harinya. Di antaranya penampilan kesenian dari peserta didik pada siang harinya, dilanjutkan malamnya dengan penayangang film sejarah,” ujar Dalius.

Pada akhir pemutaran film sejarah yang digelar serentak dengan Jakarta dan Garut tersebut, Dinas Pariwisata daerah berhawa sejuk itu juga menyuguhkan Doorprize bagi masyarakat yang menonton sampai selesai. (de)

Berita Terkait

Leave a Reply