Mentawai Rentan Peredaran Narkoba, Orang Asing dan Illegal Fishing
  • Home
  • Berita
  • Mentawai Rentan Peredaran Narkoba, Orang Asing dan Illegal Fishing

Mentawai Rentan Peredaran Narkoba, Orang Asing dan Illegal Fishing

Danlantamal di Mentawai II Padang, Laksamana TNI Agus Sulaeman, M.Sc. (ers)

MENTAWAI – Wilayah Kepulauan Mentawai dibutuhkan pengawasan lebih ketat dari aparat karena rentan peredaran narkoba, orang asing dan illegal fishing. Untuk itu, sangat dibutuhkan kerjasama pemerintah daerah bersama aparat TNI AL.

Hal itu disampaikan Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) II Padang, Laksamana TNI. Agus Sulaeman, M.Sc saat temu ramah dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (11/12).

”Melihat stuasi kondisi Mentawai, perlu dioptimalkan pengawasan. Selain itu, perlu meningkatkan pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas penjagaan perairan Kepulauan Mentawai,” ujarnya.

Dikatakan Danlantamal, pada tahun 2018, akan ada 4 unit satuan kapal patroli di Mentawai di bawah naungan Lamtamal. Hal itu guna menekan maraknya praktik illegal fishing dan banyaknya kapal asing yang masuk ke Mentawai.

“Kalau dapat, bisa dikelola menjadi pendapatan ekonomi masyarakat dan bekerjasama dengan pemerintah setempat serta mengawasi situasi kondisi di Mentawai seperti lapor diri,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara besar yang sangat rawan di bidang maritim dan tidak bisa dipetak-petak seperti halnya di darat. Dalam hal itu, diminta seluruh jajaran Forkopimda, bila ada kejadian harus meneruskan aksi ke komandan tinggi dan memberikan efek kepada unsur-unsur asing yang tidak bertanggung jawab sekalingus dibutuhkan pengawasan ketat.

Menurutnya, peredaran narkoba sangat rentan masuk ke pantai barat bagian Sumatera melalui perairan pintu masuknya begitu besar, terutama pintu masuk Kepulauan Mentawai. Dalam hal itu, seluruh elemen harus ikut serta mengawasinya, bukan hanya pihak aparat saja.

Perlu juga diketahui bahwa pengawasan Danlamtal Padang memiliki wilayah pengawasan dari Padang hingga Bengkulu serta mempunyai tugas kekuatan dalam menjaga maritim dan membina nelayan sebagai intelijen pertama, tuturnya.

Sementara, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengucapkan terima kasih atas kunjungan Jendral Bintang I Danlamtal II Padang ke Mentawai. Bupati berharap kunjungan tersebut memberikan dampak positif serta dapat berkolaborasi dalam mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dikatakan, kondisi Mentawai dari penjajahan Belanda tidak ada meninggalkan pembangunan. Mentawai dimulai dari nol. Saat ini, prasarana gedung sekolah di Mentawai untuk tingkat SMP sudah ada 23 gedung sekolah, SMA 11, Puskesmas 11 dan satu Akademi Komunitas.

“Tantangan ke depan dalam percepatan pembangunan Mentawai. Dari segi SDM, putra-putri Mentawai belum ada yang menjadi AL. Baru ada 28 orang yang terdiri dari AD dan Polri,” ucap Yudas.

Tiga pulau di Mentawai sudah ditetapkan Presiden sebagai pulau terluar, yaitu Pulau Sibaru-baru, Sinyau nyau dan Pulau Pagai Utara Selatan. Diharapkan dukungan seluruh komponen untuk percepatan pembangunan Mentawai. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply