
MENTAWAI – Adanya kajian ahli gempa dan tsunami akan terjadi gempa megathrust di Mentawai, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dimanapun berada.
“Bencana yang terjadi beberapa pekan lalu di Donggala, mari kita jadikan sebagai pembelajaran. Apabila terjadi gempa dan tsunami di wilayah Mentawai, kita harus cepat menyiapkan diri untuk ke lokasi jalur evakuasi. Artinya, lari ke lokasi yang lebih tinggi,” ucapnya.
Kortanius mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi membangun rumah di tepi pantai, karena Mentawai salah satu daerah rawan bencana. Pemerintah berupaya terus memaksimalkan Trans Mentawai untuk mempermudah masyarakat membangun rumah jauh dari lokasi bencana.
“Kalau untuk memindahkan pemukiman masyarakat, Kortanius mengakui pemerintah daerah tidak punya anggaran itu. Namun, solusinya bagaimana mempercepat pembangunan jalan Trans Mentawai, sehingga perlahan masyarakat bisa membangun rumah di daerah ketinggian
“Intinya masyarakat tetap siap siaga dalam menghadapi bencana. Tentu semua masyarakat harus belajar tentang risiko bencana supaya bisa lebih memahami,” kata Kortanius di ruang kerjanya, Rabu (17/10).
Selain itu, Kortanius berharap kepada masyarakat tidak meninggalkan bercocok tanam. Karena, apabila terjadi bencana, untuk kebutuhan pangan ada, minimalnya bisa konsumsi seperti ubi jalar, pisang, keladi dan sebagainya. Hal itu harus dibiasakan dan tidak boleh diabaikan.
Kebiasaan bercocok tanam tersebut, katanya, bukan hanya di saat terjadi bencana saja, namun menjadi salah satu ketahanan pangan yang harus dimaksimalkan dengan potensi daerah yang ada. “Jangan kita ketergantungan dengan adanya beras,” ucapnya.
Kortanius juga mengimbau Dinas Pertanian untuk tidak memaksakan diri dengan beras. Makanan lokal tetap harus didorong dan perlu dilihat lokasi yang bisa dikembangkan.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh tokoh agama, baik pastor, pendeta dan ustad untuk mengkotbahkan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat. Dalam artian, tugas kebencanaan bukan hanya pemerintah saja, tapi juga seluruh komponen masyarakat.
Terkait dengan alat warning system pemantau tsunami, menjadi tanggung jawab semua untuk menjaganya. “Karena alat tersebut untuk keselamatan semua orang. Apalagi bencana tidak hanya tsunami, akan tetapi saat sekarang banyak terjadi bencana seperti longsor, puting beliung, banjir bandang dan lumpur,” tukasnya. (ers)






