
MENTAWAI – Kabupaten Kepulauan Mentawai mengikuti gelaran Sumatera Barat Expo 2016 di Kota Kembang, Bandung. Event tersebut digunakan tim dari Mentawai untuk mempromosikan pariwisatanya kepada pengunjung.
Duta Wisata Silainge Mentawai, Hendra kepada padangmedia.com saat dihubungi, Minggu (26/11) mengatakan, awalnya para pengunjung banyak yang tidak tahu tentang Mentawai. Namun, ketika dijelaskan dengan melihat brosur yang bergambarkan pariwisata Mentawai, pengunjung tertarik untuk datang ke Mentawai.
“Kalau turis mancanegara mereka sangat tertarik dengan kultur kebudayaan dan pariwisata Mentawai. Bahkan, pada liburan tahun baru nanti dengan adanya event di Kabupaten Kepulauan Mentawai mereka siap datang,” kata Hendra.
Selain itu, kata Hendra, kreatifitas tim Mentawai mendapat pujian dari panitia Sumbar Expo 2016. Karena, selama tiga hari kegiatan, wakil Mentawai selalu menampilkan musik dan tarian Mentawai. Alunan musik tradisional Mentawai yang diperdengarkan selama kegiatan itu juga membuat para pengunjung mengalihkan perhatian ke stand mentawai.
“Selama tiga hari kegiatan stand Mentawai tak pernah sepi,” ujarnya.
Hal menarik lainnya, para pengunjung yang berkunjung ke stand Mentawai diajarkan bahasa Mentawai. Pada umumnya, pengunjung merasa senang walaupun dengan keseleo dalam pengucapannya.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24 – 27 November 2016 itu, Mentawai menjadi ikon karena memiliki keunikan bagi Sumbar. Seperti dikatakan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat pembukaan, bila kita ke Mentawai akan melihat penduduk lokal yang masih mengenakan pakaian tradisional yang kental dengan kebudayaan di Bumi Sikerei, khususnya di daerah Siberut. Termasuk tato yang biasa dipakai para bule ketika mengunjungi Mentawai. Di sanalah pertama kali mereka membuat tato yang mempunyai seni tersendiri yang berbentuk goresan, namun punya makna yang dinamakan titi (tato asli Mentawai).
Kebudayaan di Bumi Sikerei juga masih terjaga kuat keunikannya. Penduduk Mentawai masih menjaga budaya kultur yang sangat tradisional. Termasuk tato yang pernah diteliti oleh salah satu universitas di Sumatera Barat sebagai tato yang diketahui ternyata tertua di dunia. (ers)






