
TUAPEIJAT – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Kepulauan Mentawai menambah lima kegiatan dibanding tahun lalu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.
Kepala Bidang PSDA, Brandus Simanjuntak menyebutkan, pengusulan anggaran DAK khusus untuk peningkatan pembangunan irigasi di Mentawai merupakan yang terakhir tahun ini. Pasalnya, jaringan pembangunan irigasi sudah semua terbangun, tinggal tugas dari Dinas Pertanian Mentawai dengan petani.
Tahun 2018, kata Brandus Simanjuntak, PSDA Mentawai hanya mendapatkan penambahan baru 5 pembangunan dari DAK, antara lain, irigasi Pogari, irigasi Saureinuk, irigasi Sibabai, Irigasi Mabolak dan Irigasi Malakopak.
Untuk pembangunan irigasi baru akan dibangun di Desa Saumangaya Kecamatan Pagai Utara dengan anggaran sebesar Rp3,2 miliar. Bangunan baru tersebut meliputi pembangunan bendungan, tangkuran dan tambah bangunan.
Perencanaan pembangunan irigasi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2015, namun baru bisa terwujud tahun ini.
Untuk pengusulan anggaran dana DAK tahun 2018, papar Brandus, sebanyak Rp83,2 miliar, namun yang lolos hanya Rp9,2 miliar untuk 5 kegiatan peningkatan dan satu pembangunan irigasi baru.
Dikatakan Brandus, pembangunan irigasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah terlaksana sebanyak 8 bendungan. Pekerjaan tersebut dimulai sejak tahun 2003 dan pertama kali di lokasi Panaksakat dan Mabolak.
Di sisi lain, personil pedoman Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabupaten Kepulauan Mentawai baru terbentuk satu, yaitu Irigasi Pogari Desa Goiso’oinan di Kecamatan Sipora Utara. Pembentukan personil P3A itu berdasarkan berapa jumlah pintu bendungan dan besar bendungan.
“Tahun ini akan direncanakan kembali pembentukan personil P3A untuk seluruh bendungan yang sudah siap jaringannya sebanyak lima lagi dan dikelola oleh masyarakat serta diberi honor dari kementerian,” pungkasnya. (ers)






