
PADANG – Menteri Sosial Khofifah Indar Prawansa memuji Pemerintah Kota Padang yang menyediakan lokasi luas dan representatif untuk perkampungan pengemis dan gelandangan.
“Ini bentuk dukungan terhadap Program Rehabilitasi Sosial gelandangan dan pengemis. Kami bangga Pemko Padang sangat merespon dengan menyediakan lokasi yang sejuk dan tenang serta luas,” kata Mensos saat acara peresmian Kampung Kesetiakawanan Sosial “Desaku Menanti Saiyo Sakato” di Aia Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Kamis (9/3).
Ia berharap dengan perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Padang akan mempercepat pengentasan warga miskin, sehingga tercapai target nasional pengentasan warga miskin tahun 2019.
“Perhatian dari kita semua terhadap pengentasan masalah sosial akan mempercepat pencapaian target nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharulah menyebut, angka keluarga miskin di Kota Padang mencapai 30.000, sedangkan penduduk bukan miskin terdapat 130.000 keluarga.
“Sebetulnya angka 30 ribu tersebut dapat dientaskan jika yang 130 ribu itu mau peduli dan turun tangan serta berbagi, ” kata Mahyeldi.
Ia juga menyebutkan, Pemko Padang juga menyediakan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk program percepatan pengentasan kemiskinan, terutama dalam rehabilisasi sosial gelandangan dan pengemis.
Ia berharap 130 jiwa yang ditampung di perkampungan Desaku Menanti itu berhasil diberikan pembinaan.
“Nantinya mereka akan mampu mandiri, berpenghasilan tetap dan menyelenggarakan pendidikan anak-anak mereka, ” tukas Wako.
Pada kesempatan itu hadir sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemko Padang. Juga turut hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pilar-pilar sosial. (der)






