
PADANG–Gubernur Sumatera Barat dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Drs. Alwis mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menko polhukam, Menko PMK, Menteri dalam Negeri (Mendagri), Mentri Perhubungan, Ka BNPB, Kemenag, Polri, TNI ,Gub dan Bupati/wako se Indonesia. Rakor ini membahas kesiapan antisipasi penyebaran Covid-19 disaat libur panjang akhir pekan, Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober sampai 1 November 2020.
Pendamping Sekda Provinsi Sumbar Drs. Alwis saat itu Kombes Pol. Tafianto, Kabinda diwakili oleh Letkol Andri Yani, Danrem 032 Wirabaja dan Kepala Biro Humas Hefdi diikuti secara virtual di ruang kerja gubernur, Kamis (22/10/2020).
Mendagri Tito Karnavian mengatakan selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan dan tetap berkumpul bersama keluarga.
“Untuk pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad Saw agar dilaksnakan dilingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan jaga jarak serta tidak berkerumunan agar terhindar dari penularan Covid-19,” kata Tito.
Bila liburan dan cuti bersama diisi dengan perjalanan keluar daerah, Tito meminta warga melakukan test PCR atau Rapid Test menyesuaikan dengan aturan moda transportasi yang berlaku untuk memastikan pelaku perjalanan bebas dari Covid-19.
“Pemeriksaan Rapid untuk melindungi orang lain termasuk keluarga selama perjalanan atau orang yang di tempat dikunjungi. Bagi yang dinyatakan positif agar tidak melaksanakan perjalanan dan melakukan karantina mandiri yang disiapkan pemerintah untuk pencegahan penularan,” kata Tito.
Lebih lanjut ia, juga meminta kepada setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. Dengan mengintensifkan satuan tugas penanganan Covid-19 dilingkungan baik pada level provinsi maupun kabupaten dan kota.
Lalu mengerucut ke Kecamatan/Kelurahan, Nagari/Desa dan Desa beserta RT/RW diantaranya dengan konsep adanya kampung tangguh dan RT/RW tangguh bebas Covid-19 sesuai kebijakan lokal masing-masing.
“Hal ini bertujuan agar disuatu kelurahan atau desa tersebut terbebas dari Covid-19 dengan membatasi pengunjung disuatu lingkungan. Pengunjung membawa surat hasil test PCR/ Rapid test yang mejelaskan bahwa mereka negatif Covid-19,” ungkap Tito Karnavian.
Daerah yang memiliki tujuan wisata atau pulang kampung kata Tito akan dilakukan identifikasi oleh seluruh stakeholder sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 440/5184/SJ tentang pembentukan satuan tugas penanganan Covid-19 yang diterbitkan pada tanggal (21/10) kemarin.
SE ini bersifat umum. Semoga dapat diterima dan sekaligus diterjemahkan bagi lokal wisdom sesuai karaktestik wilayah masing-masing agar memiliki satu prinsip kekompakan dalam mengambil kebijakan oleh Fokopimda.
“Mudah-mudahan usai rakor para forkopimda dapat melaksanakan rapat identifikasi potensi penaganan Covid-19 di daerah masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo mengatakan prestasi yang telah diraih dalam penanganan Covid-19 pada Minggu terakhir ini kita tidak boleh kendor tidak boleh lengah dan lalai.
“Agar semua seluruh pihak betul-betul mengantisipasi libur panjang ini. Jika tidak, maka kasusnya akan meningkat setelah libur panjang terakhir rumah sakit akan penuh dan dokter akan kehabisan waktu untuk merawat,” kata Doni.
Selain itu ia juga mengatakan untuk persiapan libur panjang perlu diajurkan kepada masyarakat agar memilih opsi liburan dirumah saja bersama keluarga. Dengan melakukan aktifitas-aktifitas yang bisa membuat bahagia sehingga bisa meningkatkan imunitas tubuh.
“Liburan tidak harus di luar kota. Dirumah saja melakukan aktifitas bermanfaat bagi kita dan juga lingkungan temasuk membersihan rumah dan gorong-gorong. Bahkan waktu luang yang panjang bisa berkebun. Menanam dalam musim hujan mudah-mudahan bisa tumbuh suur. Yang penting lakukan liburan aman dan nyaman bagi keluarga tanpa kerumunan,” ungkapnya.(nit/*)







