Memprihatinkan, Pantai Muara Siberut Jadi Tempat Pembuangan Sampah!
  • Home
  • Berita
  • Memprihatinkan, Pantai Muara Siberut Jadi Tempat Pembuangan Sampah!

Memprihatinkan, Pantai Muara Siberut Jadi Tempat Pembuangan Sampah!

Kondisi Pantai Muara Siberut, Mentawai. (ers)

SIBERUT – Kondisi lingkungan di Pantai Muara Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai semakin lama semakin memprihatinkan. Bahkan, rentan menjadi sarang penyakit karena penumpukan sampah berada di belakang rumah warga, tepatnya di sepanjang pinggir pantai muara. Hal itu terjadi akibat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tidak ada.

Selain mengakibatkan pencemaran lingkungan, kondisi tersebut tentu saja mengancam kesehatan warga. Dan, sejauh ini sangat disayangkan belum ada respon dari pemerintah soal pembuangan sampah yang berada di sepanjang Pantai Muara Siberut tersebut.

Rado, salah seorang warga Muara Siberut saat berbincang dengan padangmedia.com, Selasa (17/4) menyebutkan, sampah yang bertebaran di sepanjang Pantai Muara Siberut sudah berlangsung cukup lama. “Sejak saya lahir sampai sekarang TPA tidak ada. Akhirnya, masyarakat membuang sampah di belakang rumah dekat pantai,” ucapnya.

Persoalan sampah itu, kata Rado, sudah lama disampaikan ke pihak pemerintah setempat. Bahkan, masyarakat mau memberikan lahan tanah untuk tempat pembuangan sampah, namun pemerintah setempat tidak ada respon. Akhirnya, masyarakat tetap membuang sampah di belakang rumah.

Ia menyebutkan, imbas pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat berdampak kepada warga yang berada di pesisir pantai Muara Siberut. Karena rata-rata warga membuang sampah di pantai Muara Siberut, maka saat pasang surut, sampah tersebut bertebaran di sepanjang pinggir pantai.

Hal demikian, lanjut Rado, seperti dibiarkan saja oleh pemerintah. Padahal Siberut akan dijadikan kawasan pariwisata dan juga sudah ada desa wisata di sana, namun sampah tetap bertebaran.

“Kita menginginkan adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kalau dapat, pemerintah kabupaten bisa segera turun ke lapangan untuk melihat lokasi pembuangan sampah, karena kasihan bagi masyarakat yang berada di pesisir pantai muara setiap hari menghirup udara kotor,” sebut Rado.

Sementara, Danlanal Mentawai, Letkol. Laut. Anis Munandar sangat prihatin melihat kondisi daerah Muara Siberut, dimana sampah yang berada di pinggir pantai bertumpukan dan berserakan, sehingga lingkungan tercemar. Dikatakan, sampah-sampah yang berserakan, terutama di tumpukan sampah yang berlebihan dapat mengundang lalat, pertumbuhan organisme membahayakan, mencemari udara, tanah dan air, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan cukup banyak, ucapnya.

“Dampak pembuangan sampah sembarangan karena tidak adanya TPA. Penyakit diare, kolera dan tifus bisa menyebar dengan cepat, karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat mencemari air tanah yang biasa diminum masyarakat. Selain itu, penyakit DBD dapat juga meningkat dengan cepat di daerah karena tempat pembuangan sampah tidak ada. Sampah dapat menyebabkan banjir karena masyarakat setempat membuang sampah di sepanjang pantai,” katanya.

Dikatakan, sampah merupakan konsekuensi yang ada karena aktivitas manusia. Akan tetapi, manusia tidak menyadari bahawa setiap hari manusia menghasilkan sampah baik organik maupun anorganik.

Bahkan, kebanyakan masyarakat tidak mau untuk mengolah sampah yang telah mereka hasilkan tersebut dan tidak memikirkan dampak akibat pembuangan sampah sembarangan. Pemerintah harus berperan dalam hal ini dan jangan malah melakukan pembiaran.

“Peran setiap orang sangat diperlukan dalam mengatasi masalah sampah yang tidak ada hentinya. Jangan terjadi pembiaran, apalagi lingkungan Siberut akan dijadikan kawasan pariwisata. Pemerintah harus sigap dalam hal ini untuk mencarikan solusinya agar tidak terjadi pencemaran lingkungan,” tukasnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply