Melalui Nagari Tageh, Dr Andani Gagas Gerakan Semesta Hadapi Pandemi Covid-19
  • Home
  • Berita
  • Melalui Nagari Tageh, Dr Andani Gagas Gerakan Semesta Hadapi Pandemi Covid-19

Melalui Nagari Tageh, Dr Andani Gagas Gerakan Semesta Hadapi Pandemi Covid-19

Image
Pj Bupati Solok Selatan Jasman memberikan sambutan dalam rapat pembahasan pembentukan Nagari Tageh gagasan Gerakan Semesta menghadapi Covid-19 oleh Dr Andani Eka Putra di Kabupaten Solok Selatan, Sabtu (17/10/2020). (Diskominfo Sumbar)

SOLSEL – Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr Andani Eka Putra menggagas gerakan semesta menghadapi pandemi Covid-19. Gerakan semesta merupakan konsep keterlibatan seluruh unsur berbasis nagari (desa) dalam melakukan upaya konkrit menghadapi pandemi Covid-19.

Konsep Gerakan Semesta tersebut disampaikan Dr Andani Eka Putra dalam rapat pembahasan pembentukan tujuh nagari menjadi “Nagari Tageh” di Padang Aro, Solok Selatan, Sabtu (17/10/2020). Merangkum laman Diskominfo Provinsi Sumatera Barat, Dr Andani menegaskan, dibutuhkan usaha konkrit dari berbagai lini untuk menghadapi pandemi Covid-19. Seluruh nagari (setingkat desa) harus disiapkan menjadi nagari yang berdaya di masa pandemi.

“Edukasi yang paling baik dimulai dari tingkat nagari, konsepnya diisi oleh perguruan tinggi. Seluruh unsur harus terlibat, baik masyarakat, TNI dan Polri, pemerintah nagari dan pemerintah daerah serta mahasiswa yang ada di nagari tersebut. Ini yang kami maksud sebagai Gerakan Semesta menghadapi Covid-19,” kata Dr Andani.

Andani hadir di kegiatan tersebut bersama Dr Erigas Eka Putra, Direktur Nagari Development Center (NDC) Universitas Andalas. Dia menegaskan, tujuan utama dalam program tersebut adalah bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi dan menyikapi pandemi Covid.

Andani menerangkan, konsep Nagari Tageh dan Gerakan Semesta tersebut tidak sekedar beretorika. Harus langsung diaplikasikan serta seluruh unsur harus terlibat. Nagari Tageh, tidak saja mengenai masalah kesehatan tetapi juga sosial, ekonomi, ketahanan pangan serta pendidikan. Melibatkan perguruan tinggi sebagai konseptor sekaligus sebagai salah satu unsur pelaku di lapangan.

“Perguruan tinggi melalui mahasiswa di nagari diminta untuk menjadi tulang punggung konsep, membantu wali nagari (kepala pemerintahan) memberikan pengetahuan dan mendampingi langsung di lapangan,” tambahnya.

Dokter Andani yang juga merupakan penanggung jawab tim laboratorium penanganan Covid-19 Sumatera Barat ini menambahkan, konsep Nagari Tageh (Tegas, kuat, red) bukan yang pertama di Sumatera Barat. Namun dibutuhkan sinergi yang lebih optimal di masa pandemi dengan pengayaan konsep.

Sementara, Direktur NDC Unand, Erigas Eka Putra menyebutkan, konsep Nagari Tageh yang disusun dalam menghadapi pandemi Covid adalah dengan melibatkan berbagai unsur. Termasuk unsur ninik mamak, yang merupakan tokoh adat yang menjadi panutan di masyarakat.

Penjabat Sementara (Pj) Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal dalam kesempatan itu menegaskan agar tujuh nagari yang dijadikan sebagai pilot project mempersiapkan diri. Jangan dulu memikirkan anggaran, namun utamakan semangat dan kemauan.

“Anggaran untuk pelaksanaan program tersebut tidak besar, nanti bisa dibahas. Yang terpenting adalah bagaimana kemauan dan membangun semangat bersama dengan tujuan menghadapi pandemi Covid-19,” kata Pj bupati yang juga sebagai juru bicara GTPP Covid-19 Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Jasman menyebut, program yang digagas Dr Andani Eka Putra dan timnya sudah mendapat dukungan dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Dukungan tersebut akan semakin memuluskan program Nagari Tageh sebagai Gerakan Semesta Menghadapi Covid-19.

Tujuh nagari yang menjadi percontohan di Kabupaten Solok Selatan tersebut berada di tujuh kecamatan. Nagari tersebut adalah Nagari Abai, Sungai Kunyit, Padang Air Dingin, Lubuk Gadang Selatan, Kapau Alam Pauh Duo, Sako Pasia Talang, dan Nagari Pakan Rabaa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Solok Selatan AKBP Teddy Purnanto juga menyatakan dukungan penuh pihak kepolisian terhadap program Nagari Tageh,. Dia menyayangkan, masih ada masyarakat yang tidak percaya adanya wabah pandemi Covid-19 dan menganggap sebagai konspirasi.

“Wabah virus ini nyata, bukan kita saja, negara maju juga tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Jangan berpikir bahwa Covid-19 adalah konspirasi. Ini adalah wabah yang harus ditanggulangi bersama,” ungkap Teddy.

Dia berjanji, akan mengerahkan seluruh Kapolsek dan Babinkamtibmas yang ada untuk mendukung program tersebut. Sehingga masyarakat mendapatkan edukasi yang semakin baik tentang Covid-19, terhindar dari penularan virus serta sekaligus secara bersama – sama memutus mata rantai penyebarannya. *

Febry/*

Berita Terkait

Leave a Reply