SAWAHLUNTO – Metode penyebarluasan informasi melalui media tradisional perlu diefektifkan karena diyakini memiliki kekhususan sarana di samping melestarikan budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Walikota Sawahlunto, Ismed saat membuka sosialisasi media tradisional di Balaikota Sawahlunto, Kamis (3/9). Menurutnya, media tradisional dinilai sangat tepat karena dapat direspon lebih cepat oleh masyarakat. Juga sebagai langkah untuk pelestarian kebudayaan karena termasuk ke dalam kekayaan cultural.
Pada sosialisasi yang diikuti delapan perwakilan Dishubkominfo kota dan kabupaten se-Provinsi Sumatera Barat itu, Ismed sangat mengapresiasi berbagai media tradisional yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Apalagi, Sawahlunto mempunyai banyak kultur atau suku sehingga banyak media tradisional yang dimiliki.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sawahlunto, M. Erman menyampaikan bahwa sosialisasi media tradisional tersebut terkait dengan persiapan Dishubkominfo mendorong terwujudnya masyarakat informasi. Apalagi, sekarang ini masyarakat Indonesia harus disiapkan dalam mengolah informasi secara cerdas. Dengan mengelola informasi secara cerdas, masyarakat dapat menjaga kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara..
Sementara, Kepala Taman Budaya Sumbar, Drs. H. Muaris dalam paparannya menyampaikan, berbagai macam media tradisional tersebut sekarang ini banyak yang mulai terlupakan seiring perkembangan Teknologi Informasi. Karena itu, diharapkan dengan adanya sosialisasi media tradisional dapat mengingatkan kembali akan pentingnya melestarikan berbagai media tradisional.
Ditambahkan Muaris, seni budaya dalam kehidupan bermasyarakat dapat difungsikan antara lain untuk media pendidikan, media penyampaian pesan, media pemersatu dan media hiburan. Keseluruhan fungsi tersebut hendaknya benar-benar dapat dimaksimalkan agar kualitas informasi yang beredar di masyarakat benar-benar informasi cerdas yang bermanfaat membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada kegiatan yang bertema ‘Kita Tingkatkan Peran Aktif Media Tradisional Dalam Mensukseskan Program Pembangunan dan Kesejahteraan Bangsa’ itu menampilkan narasumber Drs. H. Muasri (Kepala Taman Budaya Sumatera Barat) dan Edi Satria, M.Sn (Praktisi teater dari ISI Padang Panjang). (tumpak)







