
AGAM – Masyarakat Nagari Sariak Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengeluhkan jalan penghubung antara Koto Baru menuju Koto Alam yang rusak parah dan belum ada perbaikan sampai saat ini. Jalan rusak berlubang cukup parah membuat warga harus esktra hati-hati saat melintas.
“Jalan ini mengalami rusak berat di sejumlah titik sehingga rawan kecelakaan,” kata tokoh masyarakat Sungai Pua, Aderia saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (10/6).
Jalan ini merupakan penghubung antara Nagari Sariak ke nagari lain. Dengan kondisi ini, kendaraan sangat kesulitan untuk melewati daerah itu.
Selain jalan penghubung, Aderia juga menyebutkan keluhan masyarakat Sungai Sariak yang membutuhkan perbaikan jaringan irigasi. Petani mengeluh, karena kerusakan irigasi, air tidak sampai ke sawah mereka padahal melimpah di daerah tetangga.
“Akibatnya, petani kesulitan untuk mendapatkan air dalam mengolah lahannya,”katanya.
Jaringan irigasi tersebut merupakan alat yang vital bagi petani untuk mengairi lahan sawahnya karena tanpa irigasi petani tidak akan mampu untuk mengolah lahan secara maksimal, maka akan berdampak besar terhadap pengurangan hasil pertanian khususnya padi di daerah itu ke depannya.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan penghubung, jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang terletak di Nagari Sariak,”harapnya.
Terpisah, Wali Nagari Sariak Tedi Saviadi menambahkan, pembangunan infrastruktur sangat kurang di Nagari Saria. Sementara, nagari ini merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Sungai Pua.
“Kami siap menampung dan pendukung pembangunan yang akan dilakukan demi kemajuan nagari,” ujarnya.(fajar)






