
PADANGPANJANG – Dewan Pendidikan Kota Padangpanjang menggelar training online secara gratis untuk para guru yang bisa diaskes lewat YouTube livestreaming di link https://youtu.be/HJ6bMDVEs14 , Selasa (9/6).
Training online tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padangpanjang, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padangpanjang dan Perguruan Diniyyah Puteri.
Livestreaming YouTube yang dilaksanakan di Studio Diniyyah Puteri, dibuka oleh Walikota Padangpanjang, diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. M Ali Thabrani, M.Pd. Turut hadir, Kepala Kemenag Kota Padangpanjang Drs. H. Gusman Piliang, MM.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang, M. Ali Thabrani dikesempatan itu, menyampaikan apresiasi atas gagasan Ketua Dewan Pendidikan Kota Padangpanjang menyelenggarakan acara itu.
Kegiatan tersebut kata, M. Ali Thabrani, sangat bermanfaat, khususnya di dalam dunia pendidikan. Pencerahan bagi para guru sangat diperlukan dalam menyiapkan anak didik di era Tatanan Normal Baru.
” Kita berharap guru-guru di Kota Padangpanjang dapat mengikuti kegiatan ini secara serius, dan mengaplikasikan di lapangan sehingga anak-anak kita terbantu secara maksimal,” ungkapnya.
Dukungan atas kegiatan itu turut disampaikan oleh Kepala Kemenag Kota Padangpanjang Gusman Piliang.
” Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Padangpanjang sekaligus Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padangpanjang ibu Fauziah Fauzan El-Muhammady. ini adalah kontribusi besar, dalam fase new normal,” kata Gusman.
Dikatakan Gusman, bahwa Kementerian Agama menghimbau kepada guru- guru di Madrasyah, di Pondok Pesantren, dapat mengikuti kegiatan itu dalam rangka mempersiapkan anak didik, bila tahun ajaran baru dimulai 13 Juli mendatang.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Padangpanjang, Fauziah Fauzan El-Muhammady menyampaikan dimasa new normal, masyarakat akan berdampingan dengan Corona. Disisi lain, sistem imun tubuh anak, tidak cukup dengan memberikan asupan makanan bergizi, seperti vitamin C, E, Habatusaudah dan madu.
“Bila perasaan diri mereka tidak terjaga, akan bisa merusak imun tubuh. Guru penting menjaga itu, jangan sampai marah-marah di sekolah, ekspresi wajah harus ramah dan menyenangkan,” pungkasnya. (de/rel)






