PADANG- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api pada masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dari total 20.496 tempat duduk disediakan selama periode 16-18 Januari 2026, total volume penumpang mencapai sekitar 21.000 pelanggan, atau setara dengan 102.46 persen.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal, khususnya pada momen libur panjang.
Reza merinci, mobilitas penumpang tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Untuk kedatangan di Stasiun Padang sebanyak 6.247 penumpang, sementara Stasiun Pariaman 4.283 penumpang, Stasiun Air Tawar 1.480 penumpang, Stasiun Naras 1.301 penumpang, dan Stasiun BIM 969 penumpang.
“Sementara untuk keberangkatan, Stasiun Padang mencatatkan sebanyak 6.073 penumpang, Stasiun Pariaman 4.061 penumpang, Stasiun Air Tawar 1.652 penumpang, Stasiun Naras 1.226 penumpang, dan Stasiun Lubuk Alung 1.103 penumpang,” kata Reza, Senin (19/1/2026).
Dia menambahkan, data tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Padang masih menjadi stasiun utama dengan tingkat aktivitas tertinggi, sekaligus menjadi pusat pergerakan masyarakat pengguna jasa kereta api di Sumatera Barat.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang.
Tingginya tingkat keterisian tiket pada masa libur ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
“Capaian okupansi hingga 100 persen lebih menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.
Menurutnya, pengoperasian ketiga kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterhubungan antardaerah, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Sumatera Barat.
Reza menegaskan, KAI Divre II Sumbar akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan, baik dari aspek ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Penyesuaian kapasitas dan pola operasi juga akan terus dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada momen libur panjang. */F







