Marlis Rahman: Kemiskinan Bukan Halangan untuk Maju!
  • Home
  • Berita
  • Marlis Rahman: Kemiskinan Bukan Halangan untuk Maju!

Marlis Rahman: Kemiskinan Bukan Halangan untuk Maju!

Prof Marlis Rahman saat menghadiri acara launching buku ‘Bergerak Tanpa Batas’.

PADANG – Sosok Marlis Rahman sudah pastinya dikenal luas oleh masyarakat Sumatera Barat. Namun, masyarakat hanya kenal Marlis sebagai dosen, mantan Rektor Universitas Andalas, mantan Wakil Gubernur dan mantan Gubernur Sumatera Barat (saat Gamawan Fauzi mengundurkan diri karena diangkat menjadi Mendagri).

Akan tetapi, siapa sangka kalau kisah hidup Marlis saat kecil tak sebagus jabatannya setelah dewasa. Pria asal Bukittinggi itu bukan berasal dari keluarga kaya raya sehingga dia bisa mendapatkan semuanya.  Ayahnya dulu adalah seorang penarik pedati, sementara ibunya penjual pakaian usang. Namun, setelah tamat SMA, Marlis punya tekad yang kuat untuk bisa sukses dan ingin memperlihatkan pada orang tuanya.

Nilai-nilai yang memberikan motivasi dari sosok Marlis tersebut dapat ditemukan dalam buku ‘Bergerak Tanpa Batas’ yang diluncurkan, Selasa (25/8) di aula Museum Adityawarman, Padang.

Marlis yang memberi testimoni terkait buku tersebut kepada peserta launching buku memberikan pesan kepada para generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa yang hadir, bahwa kemiskinan bukan halangan untuk maju. Keberhasilan tidak hanya bisa dicapai dengan cangkul, tapi juga bisa dengan pena.

Marlis juga mengisahkan bila ia sempat dua kali tinggal kelas sehingga bangku SMA dijalaninya selama 5 tahun. Namun, sekali lagi ia berpesan kepada anak-anak muda yang hadir di acara launching buku, bahwa jangan takut kalau tidak naik kelas. Yang penting adalah tekad untuk bisa sukses.

“Kalau anda betul-betul berniat untuk maju, pasti akan bisa asal mau kerja keras. Buktinya saya walaupun pernah SMA 5 tahun, tapi bisa juga menjadi dosen, rektor, profesor, wakil gubernur dan bahkan gubernur,” ujar istri Mairawita itu memberi semangat.

Marlis mengatakan, buku ini adalah suatu yang sangat berharga untuk dibaca. Bahkan, kalau ada penerbit-penerbit lain yang mau mengangkat buku-buku seperti ini, walaupun tokoh yang diangkat kisahnya bukan pejabat, tapi siapapun yang memiliki inspirasi.

“Wartawan kalau mau mengangkat hal-hal seperti ini, akan sangat bermanfaat. Terutama pada mereka-mereka yang patah semangat,” ujar Marlis yang merasa surprise karena kisah hidupnya juga dimasukkan ke dalam buku tersebut.

Marlis juga mengaku, banyak kisah inspiratif yang bisa diambil manfaatnya di buku ini. Seperti Indra Iswari Harmani, seorang penderita kanker stadium empat, tapi memiliki semangat yang sangat tinggi. Sayangnya, Indra tak jadi menghadiri acara launching buku karena lebih dulu dipanggil Allah SWT dua minggu yang lalu. Namun, perjuangan serta semangatnya yang tak pernah mengalah oleh sakit patut ditiru dan menjadi motivasi, terutama bagi penderita penyakit kanker dan keluarga.

Marlis berharap, apa yang telah dialaminya semasa muda sampai menjadi seorang dosen dan rektor hingga menjadi gubernur di Sumatera Barat dapat memberikan inspirasi bagi pembaca untuk berbuat sesuatu yang akan menghasilkan kesuksesan di masa mendatang. (rin/feb)

Berita Terkait

Leave a Reply