Manager Awera Resort Sebut Tak Ada Pengusiran, Hanya Salah Paham
  • Home
  • Berita
  • Manager Awera Resort Sebut Tak Ada Pengusiran, Hanya Salah Paham

Manager Awera Resort Sebut Tak Ada Pengusiran, Hanya Salah Paham

Pantai Awera Resort. (ers)

MENTAWAI – Manager Awera Resort Chairin Nisa membantah bahasa pengusiran yang disampaikan pihak KNPI Kabupaten Mentawai bersama KNPI Sumbar saat berkunjung ke Pantai Awera Resort pada Sabtu (16/2) lalu.

“Kita tidak ada mengusir rombongan KNPI Mentawai yang datang ke Awera Resort. Hanya ada kesalahpahaman saja, sehingga asumsinya mengusir,” kata Cahirin Nisa saat dikonfirmasi padangmedia.com, Selasa (19/2).

Saat kejadian, Chairin Nisa menjelaskan, awalnya datang satu speedboat langsung berlabuh di samping kanan Awera Resort. Berikutnya datang lagi speedboat kedua dan mereka mau konfirmasi untuk masuk ke dalam resort.

“Awalnya, mereka meminta untuk main di depan restoran dan di depan kolam renang, tapi kita tidak beri izin, karena sedang ada tamu yang lagi istirahat. Kemudian mereka berfoto-foto di depan kamar, teriak-teriak dan loncat-loncat, tapi kita masih diam. Saat itu, kebetulan ada bule berada di area lokasi resort. Mereka pikir, bule tersebut yang menyuruh melarang, tetapi saya yang langsung komunikasi dengan rombongan KNPI. Akhirnya, mereka merasa tersinggung dan emosi dengan kata-kata saya. Akhirnya mereka pergi dan tidak bisa komunikasi baik lagi,” terangnya.

Dari kejadian itu, kata Chairin Nisa, pihak KNPI menyimpulkan bahwa ia mengusir. Padahal, katanya, tidak ada niat untuk mengusir. Hanya saja, pihak Awera Resort mengarahkan untuk tidak berada di depan Awera Resort, karena tamu sedang ada dan lagi istirahat, ujarnya.

“Pada prinsipnya, kita menjalankan prosedur tugas di resort. Memang kadang bertentangan, tapi harus dilakukan, karena kita menjaga kenyamanan tamu saat berada di lokasi resort. Itupun kalau ada tamu, tapi kalau tidak ada tamu, pihak resort welcome saja,” ucap Chairin.

Dikatakan, pihak menajemen melakukan hal tersebut semata untuk menjaga ketenangan para tamu yang datang ke resort. Karena itu, diminta kepada warga. “Bukan berarti kita melarang datang ke resort,” kata Cahirin.

Diakuinya, hampir dua tahun Awera Resort beroperasi, tidak pernah melarang dan mengusir warga yang datang rekreasi ke resort. Namun, pihak manajemen menyampaikan batasan ketika ada tamu. Kecuali tamu sedang tidak ada, silakan masuk ke lokasi resort, katanya.

“Pada prinsipnya, pengelolaan resort adalah bisnis. Kenyamanan tamu yang diutamakan di jaga, karena sumber pendapatan resort dari tamu yang masuk ke resort,” kata Chairin.

Ia mengaku tak menginginkan kejadian seperti itu terjadi. Persoalan tersebut sangat sensitif bahkan bisa berdampak besar. “Tapi, karena salah satu dari kita merasa tidak bisa menerima, akhirnya timbul emosi dan pembicaraan pun tidak baik, sementara kita berniat untuk mengarahkan,” sebut Chairin. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply