
JAKARTA-Mengusung tema “To the Next Level”, Pekan Puncak Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2024 berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif Indonesia dengan memberikan wadah kepada para pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, menarik investasi, dan menjalin kolaborasi. Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk memberdayakan generasi kreatif Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat saat hadir di malam Puncak AKI 2024 di Banten, Sabtu (14/9/2024). Menurut Sandiaga, AKI lahir dari sebuah harapan pascapandemi Covid-19 untuk menghadapi masalah ekonomi dengan melibatkan 1.600 pelaku ekonomi kreatif dan 1.600 produk ekonomi kreatif.
“Selama empat tahun perjalanan, AKI sudah hadir di 60 kota pada 31 provinsi di Indonesia, lahir dari sebuah harapan pascapandemi untuk menghadapi masalah ekonomi dan telah melibatkan 1.600 pelaku usaha kreatif dengan 1.600 produk terbaik,” kata Sandi mengutip siaran pers yang diterima Rabu (18/9/2024).
Dia menjelaskan, peserta yang mendaftar di AKI 2024 sebanyak 6.800 dan disaring menjadi 412 peserta yang mengikuti bootcamp dan pameran. Dari peserta tersebut, terpilih 12 finalis yang akan mewakili masing-masing daerah pada Pekan Puncak di Jakarta.
Mereka yang terpilih adalah Tutu and Co, Silhouette Crochet, Galeri Batik Torsai, Guru Batik, Batik Nation, DDWAN, Ifamoy, Sincere Foods, Delawa Coffee Manggarai, RKD Coffee Merauke, Story Tale, dan Qara’a. Selain 12 finalis AKI 2024, juga terlibat kembali sembilan peserta AKI 2021 – 2023 yang berada di Jabodetabek, enam peserta binaan Direktorat Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen. serta dua pihak partnership AKI tahun 2024 yaitu PT Astragraphia Tbk dan GOTO.
“Pekan Puncak AKI 2024 akan menjadi ajang bagi para finalis untuk memasarkan produk mereka di panggung nasional sehingga mampu memberdayakan generasi kreatif Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh Sandiaga menegaskan, AKI berkontribusi besar terhadap penciptaan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif hingga mencapai 25 juta. Ekonomi kreatif Indonesia juga sudah berhasil masuk ke posisi tiga besar dunia dan ini perlu diteruskan momentumnya pada pemerintahan ke depan.
“Keberlanjutan dari program-program ekonomi kreatif ini sangat diperlukan untuk memantapkan posisi kita menjadi negara maju menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain meningkatkan visibilitas, acara tersebut juga akan membantu pelaku ekonomi kreatif menjalin kerja sama dengan konsumen, mitra bisnis, serta investor potensial. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pekan Puncak AKI telah berhasil mencatatkan prestasi luar biasa. Pada 2021-2023, omzet yang dihasilkan para finalis mencapai sekitar Rp845 juta, dengan pengunjung mencapai 50 ribu orang.
Selain itu, banyak perjanjian bisnis baru yang tercipta, dengan total nilai transaksi lebih dari Rp 500 juta. Tak hanya pameran, para finalis juga akan mendapatkan akses ke sesi mentoring eksklusif, tantangan bisnis, dan peluang kolaborasi dengan pemain industri besar.
Menurut Sandi, semua itu bertujuan untuk membantu peserta memaksimalkan potensi bisnis mereka di sektor kuliner, fesyen, musik, teknologi, dan lainnya. Dia menginginkan, kontribusi dari ekonomi kreatif meningkat dari 8 persen bisa naik menjadi 12 persen, menciptakan 30 sampai 35 juta lapangan kerja yang berkualitas.
Finalis AKI 2024 tersebut akan didampingi untuk mendapatkan pasar-pasar potensial baru yang belum tersentuh. Finalis yang memiliki produk berkualitas internasional akan dibawa untuk bisa ikut kelas ekspor dari Kemendag.
“Kita baru membuka Indonesia-Africa Forum, dan peluan terbesar menurut saya ada di Afrika untuk ekspor dan yang kedua adalah tujuan pasar-pasar baru yang berlum tersentuh, seperti India, Pakistan dan Timur Tengah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga didamping Chief Public Policy and Government Relations GOTO (Gojek Tokopedia) Ade Mulya memberikan penghargaan dan apresiasi dari GOTO kepada tiga finalis pitch deck terbaik. Tiga finalis tersebut adalah Guru Batik (AKI Magelang), Ifamoy (AKI Ternate), serta Sincere Food (AKI Serang). Ketiganya akan mendapat dana modal tambahan sebesar masing-masing Rp20 juta, Rp30 juta, dan Rp50 juta.
“Pemilihan ini hasil dari proses kurasi Kemenparkraf dan GOTO. Semua finalis yang hadir di sini adalah pemenang dari daerah namun tiga pemenang pitch deck kami anggap terbaik,” kata Sandiaga. */F






