PADANG—Interupsi yang dilakukan anggota DPRD dari fraksi PPP H.Maidestal Hari Mahesa,S.Sos pada rapat paripurna istimewa 7 Agustus lalu, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Bahkan ada yang mengatakan Maidestal hanya mencari sensasi.
Maidestal menampik dengan balik mempertanyakan. Sensasi? Maidestal mengatakan bahwa dirinya sudah terkenal dan tidak membutuhkan sensasi lagi. “Interupsi yang dilakukan itu murni dari aspirasi masyarakat, meskipun diungkapkan secara pribadi, namun itu adalah aspirasi masyarakat yang saya wakilkan,” kata Maidestal yang akrab disapa Mahesa itu dengan tegas.
Interupsi yang dilakukan Mahesa terkait 10 tokoh yang diberikan penghargaan oleh pemko Padang dalam rangka . HUT Kota Padang. Sementara ia mengusulkan 4 nama yang dinilainya cukup layak. Atas ungkapannya itu, Mahesa disangga oleh beberapa anngota dewan lainnya.
Sebagai anggota DPRD, menurutnya, itu adalah haknya meskipun dalam sidang paripurna apapun. “Saya rasa Djunaidy Hendri yang tidak mengerti terhadap aturan tersebut, bahwa dilarang anggota dewan melakukan interupsi dalam rapat sidang istimewa. Tolong dicarikan saya undang-undangnya,”tantang Mahesa.
Maidestal Hari Mahesa mengatakan bahwa sah-sah saja Djunaidy Hendri menyampaikan hal seperti itu,karena Walikota Padang berasal dengan partai yang sama dengannya.
Untuk empat nama yang diusulkan menerima penghargaan itu, dirinya mengakui bahwa itu dari dirinya. Dan itu merupakan usulan yang diserapnya dari masyarakat. “Sesuai dengan aturan perundang-undangan kita akan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut meskipun dicemooh oleh rekanan DPRD sekalipun.
“Perlu diingat, PPP juga merupakan partai pengusung walikota namun karena ini adalah aspirasi masyarakat dan akan berdampak pada partai PPP. Saya selaku ketua DPD PPP Padang melakukan interupsi terhadap hal itu,”ungkapnya. (baim).







