MENTAWAI – Sejumlah mahasiswa Akademi Komunitas Negeri (AKN) Mentawai melakukan tugas akhir Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan mengolah tepung yang siap dipasarkan. Para mahasiswa tersebut melakukan PKLnya di Desa Goiso’oinan Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai selama dua bulan.
Dengan didampingi dosen pembimbing, Lia Andiani S. TP, para mahasiswa semester IV itu mengolah tepung dari berbagai bahan mentah seperti pisang, keladi, ubi kayu dan sagu. Hasil produksi tepung tersebut sudah dipasarkan di beberapa tempat usaha kue di pulau Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Menurut salah seorang mahasiswa, Jaibi, teknik pengolahan yang dilakukan dengan mengumpulkan bahan, melakukan pengeringan, pengupasan, pengirisan, perendaman, penjemuran, penggilingan, pengayakan dan dilakukan pengemasan dengan plastik yang diberi label.
Selain secara manual, mahasiswa juga melakukan metode otomatis dengan alat disk milk. Yakni memasukkan ke alat open mesin penggilingan dengan ukuran tinggi 2 meter dan lebar 2 meter. Waktu yang diperlukan sekitar 24 jam atau sehari semalam. Kapasitas alat tersebut mampu menggiling hingga sampai 200 kg bahan baku tepung. Namun, sebelum dilakukan penggilingan, bahan ditimbang terlebih dahulu supaya bisa diketahui berapa banyak daya tampungnya.
Sementara dengan manual, butuh waktu yang lebih lama. Terutama untuk penjemuran yang membutuhkan waktu sekitar dua minggu.
“Sebenarnya kelebihan pengeringan bahan pokok tepung terdapat pada cara manual karena aromanya lebih wangi dibandingkan dengan otomatis,” tukasnya.
PKL yang dilakukan mahasiswa tersebut merupakan tugas akhir untuk mendapatkan gelar Ahli Muda (A. Ma). Rintisan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Mentawai merupakan diploma II Program Studi Diluar Domisili sebagai binaan Politeknik Negeri Lampung.
[row][third_paragraph] Left Side Content [/third_paragraph][paragraph_right] Right Side Content [/paragraph_right][/row]”Usai melaksnakan tugas akhir ini, direncanakan akan dilakukan wisuda perdana bagi mahasiswa jurusan Teknologi Pangan pada bulan Februari 2018,” kata Jaibi kepada padangmedia.com, Minggu (29/10). (ers)






