PADANG- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terpaksa mengalihkan jalur suplai energi bahan bakar minyak (BBM) dan Elpiji akibat kemacetan parah di Malalak dan Sitinjau Lauik. Untuk distribusi energi ke khususnya ke wilayah Kabupaten Agam dan Tanahdatar, dialihkan dari Termminal BBM Teluk Kabung ke TBBM Sei Siak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan, pihaknya gerak cepat mengatasi kemacetan parah khususnya di wilayah jalur alternatif Padang – Bukittinggi dan jalur Utama Padang – Solok, Sabtu (15/6/2024). Upaya tersebut diambil agar penyaluran BBM dan Liquified Petroleum Gas (LPG) tetap tersedia bagi masyarakat Agam dan Tanahdatar.
“Dapat kami sampaikan dari semalam telah terjadi Kemacetan di wilayah Jalur Malalak dan Sitinjau Lauik, yang mengakibatkan Mobil Tangki (MT) BBM dan LPG terjebak macet sehingga suplai ke lembaga penyalur akan mengalami keterlambatan sampai kemacetan terurai,” kata Satria di Medan, Minggu (16/6).
Dia menerangkan, Pertamina bergerak cepat mengaktifkan skema distribusi RAE dengan bantuan suplai sebanyak 14 MT dengan Muatan Total 244 KL dari Terminal BBM (TBBM) Sei Siak. Terdiri dari Produk Bio Solar 88 KL dan Pertalite 136 KL menuju Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas, sehingga aktivitas penyaluran BBM dan LPG dapat berjalan lancar menjelang perayaan Idul Adha.
“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian agar dapat mengurai kemacetan sehingga penyaluran energi berjalan dengan baik. Stok BBM dan LPG di Sumbar dalam keadaan yang aman dan tersedia, bahkan stok LPG dilakukan penambahan untuk antisipasi kenaikan konsumsi saat Idul Adha,” katanya. */F






