
AGAM – Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, keberadaan Lubuk Larangan kini semakin ramai. Kondisi demikian tercipta karena Pemkab Agam melalui DKP Kabupaten Agam gencar melakukan sosialisasi dan kampanye makan ikan. Di samping itu, kemudahan mendapatkan bantuan benih ikan,juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto, S.PI, M.Si, Selasa (15/3), di Lubuk Basung, mengatakan, Pemkab Agam melalui DKP menyediakan benih ikan gratis untuk lubuk larangan. Makanya, lubuk larangan kian menjamur.
Dikatakannya, keberadaan lubuk larangan juga berdampak pada kondisi K3 di kali atau bandar karena lubuk larangan selalu dijaga dan dibersihkan warga, yang dimotori para pemudanya.
“Banyak keuntungan lubuk larangan bagi warga. Di samping kali atau bandar jadi bersih, hasil panennya pun bisa digunakan untuk kepentingan generasi muda, dan pembangunan rumah ibadah,” katanya.
Dijelaskannya, kini di setiap nagari terdapat dua sampai lima lubuk larangan. untuk memotivasi pengelola lubuk larangan, pemerintah akan melakukan penilaian lubuk larangan. Pemuncak di Agam akan dinilai Tim Penilai Provinsi Sumbar.
“Kami sedang mempersiapkan 10 lubuk larangan untuk dinilai tim Penilai Provinsi,” ujarnya pula






