Lomba Panah Tradisional Angkat Nilai Budaya Mentawai
  • Home
  • Berita
  • Lomba Panah Tradisional Angkat Nilai Budaya Mentawai

Lomba Panah Tradisional Angkat Nilai Budaya Mentawai

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba panah tradisional Mentawai. (ers)
Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba panah tradisional Mentawai. (ers)

SIBERUT – Penyelenggaraan kegiatan Festival Panah Tradisional Mentawai yang dilaksanakan selama tiga hari di Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan berjalan sukses. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai selaku penyelenggara mengaku kegiatan itu hanya menghabiskan anggaran sebesar Rp300 juta.

Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengapresiasi kegiatan tersebut. Perlombaan panah tradisional Mentawai sukses walaupun dengan anggaran minim. Intinya semua karena kesungguhan hati seluruh stakeholder menjalankan program pengembangan dan promosi wisata.

“Ini karena kesungguhan kita semua untuk promosi pariwisata Mentawai. Walaupun anggaran minim, tapi kita melaksanakan sesuatu yabg sangat berarti,” ucap Yudas Sabaggalet usai menutup kegiatan di lapangan Desa Muntei beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, festival yang diselenggarakan itu bukan hanya sekedar pameran budaya ataupun perhelatan ekonomi, akan tetapi mengangkat kembali nilai-nila budaya Mentawai.

“Nilai-nilai budaya ini harus dipertahankan di era modren ini karena menjadi identitas kita sebagai orang Mentawai,” jelas Yudas kepada padangmedia.com.

Ia menambahkan, pariwisata merupakan potensi penggerak ekonomi yang harus di gali. Pengelolaan pariwisata di Mentawai menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Ketua Persatuan Panah Indonesia (Perpani) KONI Sumbar, Aprinaldi mengatakan, kegiatan perlombaan panah tardisional di mentawai diakui memang unik. Ia minta keunikan itu akan lebih berkesan bila setiap peserta memakai pakaian tradisional.

“Pertandingan yang dilaksanakan walupun secara tardisional, namun sistim penilaian tetap dilakukan dengan memakai standar nasional. Kategori pertandingan di laksanakan dua kelas yaitu tingkat dewasa sebanyak 100 peserta dan tingkat anak-anak sebanyak 36 peserta ditambah kelas eksebisi,” ucap Aprinaldi yang juga sebagai wasit itu.

Berikut ini daftar pemenang Festival Panah Tradisional Mentawai tingkat Dewasa sebanyak 10 orang dan tingkat anak-anak sebanyak 6 orang, masing-masing Juara di berikan uang senilai 7 Juta bagi Juara I, Juara II Rp 5 Juta, Juara III Rp 4,5 Juta, Harapan I Rp. 3 Juta, Harapan II Rp. 2,5 Juta, Harapan III Rp. 2 Juta, Harapan IV Rp. 2 Juta, Harapan V Rp. 2 Juta, Harapan VI Rp. 2 Juta dan harapan VII Rp. 500 ribu. Tingkat Anak-anak Juara I senilai 1 Juta, Juara II Rp. 500 ribu, Juara III Rp. 300 ribu, Harapan I Rp. 250 ribu, Harapan II Rp. 250 ribu dan harapan III Rp. 200 ribu.

Tingkat Dewasa Juara I Nilai 93 diraih oleh Bastian Gitok, Juara II nilai 92 Kornelius Turen.S, Juara III nilai 85 Pirjapius, Juara Harapan I nilai 84 Pius Salimu, Juara Harapan II nilai 83 Linus Samalobak, Juara Harapan III nilai 82 Heronimus Sadodolu, Juara Harapan IV nilai 69 Marinus Sakeletuk, Juara Harapan V nilai 68 Lubis Samongan Muntei, Juara Harapan VI nilai 63 Rion Sabeilai dan Juara Harapan VII nilai 56 Mikael Samemek.

Sementara pemenang lomba panah tradisional tingkat Anak-anak Juara I diraih oleh Daud Satottotakek nilai 84, Juara II Hendrikus Saumanuk nilai 80, Juara III nilai 81 Aksan Saluluni, Juara Harapan I nilai 72 Maikel saruruk, Juara Harapan II nilai 68 Dion Salakkopak, Juara Harapan III nilai 60 Crysto Saruruk. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply