
PADANG- Sebanyak 16 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) pada pekan ini “terperangkap” di Zona Oranye atau daerah dengan risiko sedang penyebaran Covid-19. Sementara, Kabupaten Limapuluh Kota berhasil lepas dari Zona Merah setelah dua pekan masuk dalam daerah dengan risiko tinggi.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal mengumumkan perkembangan zonasi kabupaten/ kota pada pekan ke-59 pandemi Covid-19, Minggu (25/4/2021) siang. Zonasi terbaru tersebut berlaku selama sepekan ke depan, mulai hari ini hingga 1 Mei 2021 mendatang.
“Penetapan zonasi tersebut berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-58 pandemi covid-19. Update zonasi ditetapkan mulai tanggal 25 April 2021 sampai tanggal 1 Mei 2021,” kata Jasman.
Dia mengungkapkan, Kabupaten Limapuluh Kota berhasil lepas dari Zona Merah setelah dua pekan bertahan. Namun, daerah berstatus Zona Oranye bertambah dari pekan lalu 13 daerah menjadi 16 daerah termasuk Limapuluh Kota.
“Pekan ini kabupaten/ kota dalam status Zona Oranye bertambah,” sebutnya.
Jasman merinci, Zona Oranye ditentukan dengan skor 1,81 sampai 2,40 pada indikator data onset. 16 kabupaten dan kota di Zona Oranye adalah Kota Padang dengan skor 2,38. Kemudian Kota Solok (skor 2,36), Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,35) dan Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,33).
Berikutnya Kabupaten Tanahdatar (skor 2,30), Kota Payakumbuh (skor 2,30) dan Kabupaten Dharmasraya (skor 2,27). Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,26), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,22) dan Kabupaten Agam (skor 2,21).
Selanjutnya, Kota Sawahlunto (skor 2,21), Kabupaten Pasaman (skor 2,18) dan Kabupaten Sijunjuang (skor 2,14). Kabupaten Limapuluh Kota (skor 2,12), Kabupaten Solok Selatan (skor 2,01) serta Kabupaten Solok (skor 2,00).
Sementara tiga kabupaten dan kota di Zona Kuning atau daerah dengan risiko rendah penyebaran Covid-19 pekan ini di Sumbar, adalah Kota Pariaman (skor 2,79), Kota Padangpanjang (skor 2,49) dan Kota Bukittinggi (skor 2,48).
“Kota Pariaman menjadi yang terbaik pekan ini dengan skor tertinggi 2,79. Mencatatkan skor terbaik dalam penanganan Covid-19 sesuai indikator kesehatan masyarakat,” sebutnya.
Jasman menambahkan, secara umum, Provinsi Sumbar pada pekan ini berada pada Zona Oranye dengan skor 2,16. Menurutnya, kecenderungan rasio positivitas (Positivity Rate) meningkat. PR mingguan Sumbar pada minggu ke 59 adalah 8,27 persen, di atas standar WHO 5,0 persen. Pekan sebelumnya, PR Sumbar adalah 7,99 persen.
“Berdasarkan data yang ada, peningkatan kasus positif pekan ini didominasi di daerah perkampungan dan sekolah asrama (boarding school),” bebernya.
Lebih jauh Jasman mengungkapkan, hingga data terkini, Sabtu (24/4) total kasus positif di Sumbar 35.729 orang. Tingkat kesembuhan (Recovery Rate) (tingkat kesembuhan) 91,46 persen atau 32.677 orang.
“Rasio kesembuhan menurun, namun secara nasional masih merupakan capaian kesembuhan tertinggi,” katanya.
Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 pekan ini meningkat. Jasman menyebut, total sudah 771 orang yang meninggal atau 2,16 persen.
Jasman menekankan, secara keseluruhan, sepekan terakhir kasus Covid-19 meningkat. Namun angka kesembuhan menurun. Hal itu perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh kabupaten dan kota.
“Kecenderungan peningkatan akan semakin megkhawatirkan karena pengawasan terhadap kedatangan orang di Bandara dan perbatasan wilayah sudah sangat longgar. Ditambah lagi penerapan protokol kesehatan yang juga sangat longgar,” tutupnya. (Febry)






