
MENTAWAI – Aksi ‘bumbungan’ kemanusiaan untuk Rohingnya Myanmar dilakukan anggota Kwarcab Pramuka Kabupaten Kepulauan Mentawai di sela penutupan Festival Muanggau di Dusun Mapaddegat, Kamis (7/9) malam. Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Dalam waktu 15 menit, aksi bumbungan atau penggalangan dana untuk kemanusiaan tersebut berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp2,9 juta. Bantuan tersebut akan dikirim melalui rekening pramuka peduli.
Koordinator bumbungan kemanusian Gerakan Pramuka Mentawai, Yanuar mengajak masyarakat untuk turut peduli memberikan bantuan untuk para korban kemanusiaan di Myanmar.
Dikatakan, penggalangan dana yang dilakukan Gerakan Pramuka Mentawai itu merupakan bentuk kepedulian kepada saudara kita yang berada di Myanmar. Oleh karena itu, diminta kepada masyarakat Mentawai untuk ikut berpartisipasi baik dalam bentuk bantuan uang maupun barang.
Selain bantuan dari masyarakat, untuk pihak donatur yang ingin memberikan bantuannya bisa melalui rekening yang sudah disediakan Kwarcab Pramuka Mentawai. Bantuan juga bisa dikumpulkan di Kwarcab, lalu diteruskan kerekening Pramuka Peduli, ucapnya.
“Sumbangan ini murni kepedulian dari masyarakat Mentawai. Tidak ada memandang agama, tidak ada unsur politik dan lain-lainnya, akan tetapi sumbangan tersebut dalam aksi bumbungan kemanusiaan Gerakan Pramuka Mentawai bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Rohingnya di Myanmar,” terangnya.
Yanuar mengatakan, bumbungan kemanusiaan adalah istilah di kalangan Pramuka untuk menggalang dana kepedulian untuk tujuan membantu. Dahulu, aksi itu menggunakan media bambu untuk menampung dana yang dikumpulkan.
Aksi penggalangan dana tersebut, katanya, merupakan Gerakan Pramuka yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia. Untuk Mentawai sendiri, aksi bumbungan kemanusiaan dilakukan sampai Senin depan. Diharapkan melalui aksi penggalangan dana tersebut, masyarakat Rohingnya di Myanmar dapat terbantu dan menjadi berkah bagi masyarakat Bumi Sikerei sekaligus mendoakan bersama tidak ada lagi pembantaian terhadap muslim Rohingnya di Myanmar, tukasnya. (ers)






