
PADANGPANJANG – Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang berupaya menurunkan angka stunting (bayi pendek/kerdil) dan anemi (kurang darah). Salah satunya dengan pemberian tablet tambah darah (Fe) secara massal ke remaja putri ke sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Padangpanjang, Drs. Nuryanuwar, A.Pt, MM, M.Kes, Kamis (5/4) mengatakan, itu merupakan agenda Dinas Kesehatan terbaru dengan sasaran utama para remaja putri. Sasaran utama remaja putri karena dari data WHO dan nasional, remaja putri lebih banyak menderita anemi (kurang darah).
“Kita berupaya menjauhkan dari sekarang terjadinya bayi-bayi kerdil saat remaja putri menikah nantinya serta hamil dan melahirkan. Maka dari itu, sasaran kita para remaja putri. Tapi, bukan tidak boleh juga laki-laki mengkonsumsi ini,” ujarnya.
Sasaran dari tablet Fe adalah remaja putri yang usianya 12 – 18 tahun. Tablet diberikan satu tablet per minggu sepanjang tahun. “Ini hanya suplemen bukan obat, jadi mengkonsumsi ini tidak ada efek sampingnya,” kata Nuryanuwar.
Dengan adanya tablet Fe diharapkan semua remaja putri Kota Padangpanjang dijauhkan dari masalah anemi dan stunting. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Dinas Pendidikan serta Puskesmas Kebun Sikolos serta sudah di-launching pada Senin (2/4) di SMP Negeri 1 Padangpanjang.
“Kami mengambil remaja putri karena mereka rentan sekali terkena anemi, sebab mereka mengalami menstruasi setiap bulannya, serta para remaja putrilah yang banyak melakukan diet untuk menjaga tubuh mereka,” jelas mereka.
Asupan makanan untuk remaja putri sangat kurang. Dengan tablet Fe dapat diseimbangkan, maka dari itu sangat penting sekali pemberian tablet Fe ini, tambah Ratna.
Mulai sekarang, SMP dan SMA yang ada di Kota Padangpanjang akan memberikan penyuluhan dan sekaligus mereka meminum tablet Fe di hadapan para tim yang memberikannya nanti.
“Kami akan melihat dan memeriksa siapa yang belum meminumnya. Bagi remaja putri yang tidak hadir disana maka kami akan pergi kerumah mereka masing-masing dan menunggu mereka meminumnya di hadapan kita,” kata dr.Faizah.
Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Stunting tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Kondisi itu disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. WHO menyatakan, 20 persen kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada dalam kandungan. Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas. Bisa juga karena asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi, baik karena tidak diberikan ASI ekslusif ataupun makanan pendamping ASI yang berkualitas. (de/rin)






