
SAWAHLUNTO – Makanan seperti getuk, sawut dan kue kambang loyang mewarnai deretan kuliner yang dijajakan pada stand kuliner tempo doeloe pada Festival Tangsi baru II, dikawasan Lobang Mbah Soero, Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Jumat – Sabtu (21-22/4).
Getuk dan sawut makan yang terbuat dari singkong serta grontol yang terbuat dari jagung rebus sangat laris dibeli pengunjung stand kuliner. Selain itu juga ada di antaranya juga menyajikan pecal, tahu bacem dan kerupuk kuah.
Salah seorang pengunjung Syafrialdi (46) mengapresiasi kegiatan menyajikan jajanan tempo doeloe yang mendapat membawanya bernostalgia di masa kecil dulu.
“Waktu kecil dulu saya paling suka dengan sawut dan grontol. Kini pada festival Tangsi baru bisa membelinya kembali” sebut Syafrial Sabtu (22/4).
Pria warga Muarakalaban ini berharap kegiatan Festival Tangsi Baru tetap dilajutkan dan lebih bervariasi lagi serta menyelanggarakan lomba buat anak-anak.
Rangkaian kegiatan kali ini lebih beragam, di samping penampilan kesenian multi etnik juga digelar kegiatan lomba mewarnai serta menyanyi tingkat Taman Kanan-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).
Ketua Formassta Sawahlunto Heri Surya Putra menyatakan, kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturrahim serta menggairahkan lagi seni budaya dan kuliner yang pernah ada di daerah yang dulunya bernama Tangsi Baru paguyuban dan komunitas seni budaya yang ikut berpartisipasi.
“Ada paguyuban seni Kalimosodo, Sanggar Seni Parmato Hitam, Sanggar Galang Maimbau, Orkes Keroncong Setia Abadi dan Orkes Lapseg, Perkumpulan warga Batak, Kesenian Kuda Kepang oleh Paguyuban Harapan Jaya dan Grup Tumerco Band yang pernah berjaya pada masa lalu,” jelasnya.
Ke depan festival Tangsi Baru tetap menjadi agenda kota, di samping penampilan berbagai seni budaya, juga menyuguhkan kekayaan kuliner ini akan menjadi daya tarik wisata di Kota Tua Sawahlunto. (tumpak)






