
JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yakin, harga dan pasokan daging sapi akan tetap stabil hingga menjelang perayaan lebaran Idul Fitri. Pasokan selama Mei dan Juni diprediksi masih akan surplus sekitar 18 ribu ton dibanding perkiraan kebutuhan sekitar 64 ribu ton.
Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan keyakinan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci, Minggu (18/6).
“Secara keseluruhan pada Mei dan Juni 2017 ini, total kebutuhan daging sapi diproyeksikan hanya mencapai 64.000 ton, sedangkan pasokan diprediksi mencapai 82.000 ton. Jadi, masih ada surplus,” kata Syarkawi.
Dengan terpenuhinya pasokan tersebut, Syarkawi menjamin tidak akan ada gejolak harga jual daging sapi di tingkat konsumen pada Lebaran Idul Fitri depan. Saat ini, harga jual daging sapi segar di tingkat konsumen mencapai Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram (kg), sedangkan harga daging beku mencapai Rp 80.000 per kg dan harga daging kerbau Rp 65.000 per kg.
“Kondisi harga jual ini merupakan yang termurah dalam sepuluh tahun terakhir sepanjang musim puasa dan lebaran,” ungkapnya.
Dia menegaskan, KPPU akan tetap berkomitmen mengawal kestabilan harga pangan khususnya daging sapi selama bulan puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri lewat sidak ke sejumlah RPH. Menurutnya, hasil kunjungan sidak di RPH Karawaci diketahui pasokan sapi siap potong cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri.
“Kami ingin mengecek ketersediaan dan pasokan daging sapi dari feedloter ke RPH dan bagaimana kelancaran pasokan dari RPH ke retailer. Hasilnya, RPH siap untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga tidak ada alasan di konsumen ada kenaikan harga daging sapi,” tegasnya.(feb/*)






