KPKS Semarang Gelar Lomba Foto Hak Pejalan Kaki
  • Home
  • Berita
  • KPKS Semarang Gelar Lomba Foto Hak Pejalan Kaki

KPKS Semarang Gelar Lomba Foto Hak Pejalan Kaki

SEMARANG – Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang (KPKS) menggelar lomba photo bertemakan hak pejalan kaki dan penggunaan trasportasi berkelanjutan.
Lomba photo yang terselenggara atas kerjasama KPKS dan Yayasan Solidaritas Pejalan Kaki bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini dimulai 5Agustus sampai 4 September 2015.
“KPKS tergerak untuk mengadakan lomba fotografi terkait hak pejalan kaki dan penggunaan trasportasi berkelanjutan. Terlebih, di Indonesia, transportasi masih dianggap menjadi sebuah momok,” kata Theresia
Tarigan Ketua KPKS kepada padangmedia.com melalui pers relisnya kemarin.
Dia menambahkan beragam permasalahan mendasar dirasakan masyarakat umum, terutama pejalan kaki dan pengguna transportasi berkelanjutan. Sejatinya, solusi sudah tersedia bahkan didukung dalam undang-undang.
“Salah satunya dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 25 (1) yang menyatakan, setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, dan penyandang cacat,” sebut Theresia.
Maksud dan tujuan lomba, jelasnya merupakan suatu gerakan untuk mewujudkan kota yang humanis dengan warganya lebih banyak menggunakan angkutan umum yang tidak polusi yaitu berjalan kaki dan bersepeda, dan
menggunakan transportasi publik massal yang efisien energi dan ruang.
Gerakan ini juga didasari keinginan agar fasilitas pejalan kaki dan transportasi publik ramah bagi sahabat difabel, serta untuk memantik dan menggugah kesadaran masyarakat terhadap eksistensi, penggunaan, keselamatan, serta hak-hak warga akan fasilitas terhadap transportasi berkelanjutan yang utama yaitu berjalan kaki, bersepeda, dan
transportasi publik.
Dia menambahkan adapun syarat dan ketentuan lomba yang gratis dantidak dipungut biaya ini terbuka untuk umum bagi warga Negara Indonesia baik yang tinggal di Indonesia maupun yang di luar negeri. Dengan
mencantumkan identitas diri berupa KTP/SIM/Kartu Pelajar, serta mencantumkan email dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
Lokasi foto, sebutnya di Jawa Tengah. Dan photo adalah hasil karya sendiri dan belum pernah memenangkan perlombaan sejenis karna plagiarisme tidak akan ditoleransi oleh panitia, serta harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan lomba.
“Foto harus sesuai dengan norma-norma sosial serta tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, penghinaan ataupun pelecehan terhadap SARA dan latar belakang lainnya yang bersifat pribadi,” pintanya.
Di samping diberikan hadiah jelas Theresia pemenang dan foto menarik akan dipamerkan. Dan juri lomba ini terdiri dari Noor Cholis. Fotografer dan Kontributor buku Revolusi Transportasi yang ditulis oleh Bambang Susantono eks Wamenhub RI 2009, dari Humas Jateng, Yayasan Solidaritas Pejalan Kaki dan Koalisi Pejalan Kaki Kota
Semarang (KPKS). (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply