
PADANGPANJANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang berhasil menjadi yang pertama di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam metode penilaian terbaru.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumbar pada Kamis (12/5) di Ruang Kerja Walikota Padangpanjang.
Kedatangan Ketua Perwakilan BPKP Sumbar, Dessy Adin bersama rombongan disambut Walikota, H. Fadly Amran, BBA bersama Wakil Walikota, Drs. Asrul dan Inspektur, Dr. Syahril, M.H. Selain menjalin silaturahmi, pertemuan tersebut juga untuk meningkatkan kerja sama antara Perwakilan BPKP Sumbar dengan Pemerintah Kota.
“Kerja sama dan koordinasi Inspektorat Padangpanjang dan Perwakilan BPKP Sumbar terus berjalan dengan baik. Kami dari Pemko mengucapkan terima kasih kepada BPKP atas bimbingan dan arahannya sehingga PK APIP Kota Padangpanjang telah mencapai Level 3,” ucap Fadly Amran.
Piagam Kapabilitas APIP yang diserahkan Dessy Adin, diterima Walikota Fadly bersama Wakil Walikota Asrul dan Inspektur Syahril.
Dessy Adin, mengatakan, Level 3 berarti kemampuan APIP di lingkungan Inspektorat Padangpanjang telah sanggup melakukan penilaian tentang efisiensi, efektivitas, ekonomis terhadap suatu kegiatan. Serta mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian internal.
“Ke depannya kita akan terus dorong Pemko Padangpanjang untuk menerapkan manajemen risiko di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemko Padangpanjang. Penerapan manajemen risiko yang efektif akan membantu OPD untuk meminimalkan dampak risiko yang berpotensi menghambat OPD dalam mencapai tujuannya, serta memaksimalkan nilai bagi para stakeholdernya,” ujar Dessy.
Dikatakannya, guna meminimalkan dampak risiko, diperlukan upaya
manajemen mengidentifikasi, menilai, serta mengelola risiko tersebut. Proses ini dikenal sebagai manajemen risiko. (de)






