
PASAMAN – Korban dugaan keracunan makanan peserta Diklat Prajabatan Golongan II dan III Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pasaman terus bertambah. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hingga Kamis (12/4) sore, korban dugaan keracunan makanan menjadi 29 orang. 12 orang di antaranya telah masuk ke ruangan bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Lubuk Sikaping, dr, Rahadian Suryanta mengatakan, korban terus bertambah. Pagi hanya 10 orang yang masuk ruangan IGD dan bertambah 19 orang lagi. “12 orang di antaranya telah masuk bangsal, selebihnya di IGD dan ada yang rawat jalan,” katanya.
Rata-rata keluhan pasien saat di IGD adalah mengalami pusing, muntah dan diare. Seluruh pasien katanya telah mendapatkan perawatan medis.
Sebelumnya, korban dugaan keracunan makanan ini adalah peserta Diklat Prajabatan Golingan II dan III yang merupakan CPNS Kabupaten Pasaman yang sedang menjalani pelatihan di Hotel Hamco dan Wisma Murni.
Peserta Diklat tersebut berasal dari Bidan, Dokter dan Tenaga Penyuluh Pertanian. Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah mereka keracunan makanan yang disediakan panitia atau makanan yang dijual di luar lokasi acara. (riki)






