Konsumsi RT dan Belanja Pemerintah Diprediksi Jadi Stimulus Ekonomi
  • Home
  • Berita
  • Konsumsi RT dan Belanja Pemerintah Diprediksi Jadi Stimulus Ekonomi

Konsumsi RT dan Belanja Pemerintah Diprediksi Jadi Stimulus Ekonomi

PADANG – Perekonomian Sumatera Barat diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,5 persen sampai 5,9 persen (year on year/yoy) pada triwulan III tahun 2015 ini. Prakiraan itu meningkat dibanding pertumbuhan ekonomi triwulan II yang hanya sebesar 5,3 persen (yoy).

“Konsumsi rumahtangga, pengeluaran pemerintah dan investasi diprakirakan meningkat mulai triwulan III sehingga menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi (PE),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Puji Atmoko.

Menurut Puji, lapangan usaha pertanian, konstruksi serta lapangan usaha perdagangan besar dan eceran diprakirakan menjadi sumber utama PE pada triwulan III. Hal itu seiring meningkatnya aktifitas ekspor-impor dan investasi.

Pada triwulan II, pertumbuhan lapangan usaha pertanian di Sumbar mengalami perlambatan disebabkan melambatnya produksi sub lapangan usaha perkebunan. Melemahnya harga karet di pasaran komoditas dunia menjadi pemicu perlambatan tersebut.

Meski meningkat di triwulan III, Puji menyebutkan, secara keseluruhan tahun PE Sumbar diprakirakan melambat tahun 2015. PE Sumbar diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,3 persen sampai 5,7 persen (yoy) atau melambat dibanding dengan tahun 2014 yang sebesar 5,85 persen (yoy).

Dari sisi inflasi, triwulan III tekanan inflasi diprakirakan meningkat dengan berada pada kisaran 8,0 persen sampai 8,4 persen. Namun secara keseluruhan tahun, inflasi diprakirakan turun dari tahun lalu, pada kisaran 4,0 persen sampai 5,0 persen (yoy).

“Dampak base effect, akibat laju inflasi yang tinggi di periode akhir tahun 2014 akibat dari kenaikan harga BBM bersubsidi akan menurunkan laju inflasi tahunan secara signifikan di akhir 2015,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply