
SAWAHLUNTO – Menjadi keharusan di kalangan dunia olahraga di Kota Sawahlunto untuk memerangi bahaya narkotika di kalangan atlet. KONI Sawahlunto sepakat untuk bersikap menolak dan berupaya mensosialisasikan bahaya narkoba agar seluruh atlet dapat berpretasi tanpa narkoba.
Komitmen bersama antara KONI Kota Sawahlunto bersama pengcab Cabor yang ada di kota itu dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto dilakukan usai mengikuti asistensi penguatan pembangunan kepada pengurus cabang olahraga se Kota Sawahlunto di Hotel Ombilin Heritage, Rabu (9/5).
Sekretaris KONI kota Sawahlunto, Potra Hendri menganggap narkoba sebagai penghancur masa depan bangsa. Itu juga menjadi salah satu godaan terhadap atlet dan di kalangan olahraga.
“Narkoba bisa menyerang siapapun, termasuk kalangan olahragawan. Oleh sebab itu, KONI Sawahlunto beserta pengurus cabang olahraga di kota ini siap berperan aktif untuk memerangi narkoba di kalangan olahragawan,” tegas Potra di hadapan pengurus Cabor di kota itu.
Pada kesempatan itu, Kepala BNN Kota Sawahlunto, Guspriadi dan Kasi Pencegahan dan Pelayanan Masyarakat (P2M) Kapt Inf Muryanto berharap, dengan mengikuti asistensi penguatan pembangunan kepada pengurus cabang olahraga se Kota Sawahlunto akan lebih mengetahui betapa buruknya dampak bahaya narkoba.
“Tidak ada satu profesi pun yang bebas dari narkoba. Apalagi di kalangan olahraga yang sangat kuat godaan untuk mengkonsumsi narkoba. Jangan sekali-kali untuk mencoba karena akibatnya akan sangat menghancurkan kalangan olahraga itu,” tegas Guspriadi.
Sementara, Kasi P2M BNN Sawahlunto, Kapt Inf Muryanto menambahkan, dengan komitmen yang disampaikan seluruh peserta dan KONI Kota Sawahlunto, BNN tetap akan bersama KONI dan pengurus cabor guna memerangi narkoba.
“Secara periodik, BNN dan KONI melakukan edukasi kepada atlet terkait bahaya narkoba ini. Kita juga berpaya di kalangan olahraga Kota Sawahlunto agar bersih dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (tumpak)






