
PADANGPANJANG – Kondisi cuaca Kota Padangpanjang semakin memburuk, Senin (23/9). Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesatuan Bangsa dan Politik (BPBD Kesbangpol) Kota Padangpanjang, Marwilis saat dikonfirmasi.
Marwilis mengatakan, untuk kualitas udara Kota Padangpanjang semakin menurun hari ini dibandingkan dengan kondisi hari-hari sebelumnya. “Kualitas udara Kota Padangpanjang semakin menurun hari ini dibandingkan dengan kondisi hari-hari sebelumnya,” paparnya.
Marwilis mengaku berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Padangpanjang menggunakan alat Haz-Dust model EPAM-5000 pada tanggal 23 September 2019 di BMKG Stasiun Geofisika yang berada di Kelurahan Silang bawah dengan periode pemantauan pukul 12:00 WIB sampai 15:30 WIB disampaikan hasil PM 10 Keadaan udara secara umum berada dalam Kategori berbahaya.
Konsentrasi rata-rata PM 10 sebesar 585,76 μg/m³ dg ISPU 485,76 Kondisi ini menggambarkan tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Dengan itu Marwilis juga menghimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari dan pada malam hari. “Jika memang tidak dapat dihindari, masyarakat kita tegaskan agar menggunakan masker, dan tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun limbah pertanian,” jelas Marwilis.
Marwilis mengatakan, dengan cuaca yang semakin buruk, hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 196 kota masker. Ratusan masker tersebut didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah negeri dan swasta yang ada di Padangpanjang.
“Terutama bagi kalangan anak-anak, termasuk peserta didik, sudah sangat membahayakan. Karena itu jalur pendistribusian masker kita utamakan bagi kalangan peserta didik. Harapannya, anak-anak kita terus dapat beraktivitas di dalam ruangan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (de)






