
PADANGPANJANG – Perpustakaan Daerah Kota Padang Panjang dikunjungi 35 tamu dari Negeri Jiran, Malaysia, Selasa (19/7). Mereka merupakan pengurus dan anggota Komunitas Jejak Tarbiah (KJT) di negara tetangga tersebut.
Rombongan dipimpin oleh Saadiah Ali, pendiri sekaligus pimpinan KJT. Mereka sengaja mengunjungi gedung perpustakaan untuk melihat berbagai koleksi foto dan dokumen tentang sejarah Minangkabau, terutama yang berhubungan dengan Buya Hamka.
“Kunjungan kami ke Padangpanjang dan daerah lain di Sumbar untuk menelusuri jejak Buya Hamka. Para anggota komunitas ingin menggali dan melihat langsung jejak sejarah yang ditinggalkan Buya Hamka,” jelas Saadiah dengan logat melayu.
Ditambahkan Hendri Ilham, suami Saadiah, ketokohan Buya Hamka di Malaysia sangat populer. Bahkan, buku-buku karya Buya Hamka jadi buku wajib dalam berbagai pelajaran di sana.
“Buya Hamka mungkin lebih terkenal dan lebih dicintai di Malaysia dari di tanah kelahirannya sendiri. Karena kecintaan pada Buya Hamka itulah, kami ingin menelusuri jejak sejarah beliau di sini untuk memperoleh
informasi yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah Kota Padangpanjang, Darsyaf Hendrizal mengatakan, kedatangan tamu dari Malaysia tersebut merupakan kebanggaan bagi Perpustakaan Daerah dan masyarakat Padangpanjang pada umumnya. Apalagi, kedatangan mereka untuk menyusuri jejak sejarah Buya Hamka, seorang tokoh agama dan pahlawan nasional dari Ranah Minang.
Menurutnya, di lembaga yang dipimpinnya itu memang terdapat dokumen bersejarah seperti buku, foto dan lukisan para ulama dan tokoh tempo dulu, termasuk Buya Hamka.
“Kedatangan mereka seharusnya menjadi pelecut bagi kita. Orang dari negeri tetangga saja begitu mencintai Buya Hamka, seharusnya masyarakat Sumbar harus membangunkan kesadaran untuk mencintai Buya Hamka,” ujarnya. (rin/*)






