
PADANG – Anak tukang pedati itu tidak pernah bermimpi menjadi orang besar. Bahkan, ia pun tidak pernah bercita-cita tinggi. Namun, ketika Tuhan menghendaki lain, tiada yang mampu menolak.
Lahir di lereng terjal Bukit Cangang, menjalani masa kecil sebagai orang desa, itulah Prof. Dr. Marlis Rahman. Cuplikan kisah perjalanan hidup gubernur Sumatera Barat itu mengapung kembali dalam acara peluncuran dan bedah buku “Gubernur Cendekiawan”, sebuah buku autobiografi mantan rektor Universitas Andalas yang ditakdirkan memimpin Sumatera Barat setelah Gamawan Fauzi dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri tersebut.
Peluncuran buku Autobiografi Marlis Rahman, Gubernur Cendekiawan itu berlangsung di Hotel Pangeran, Minggu (24/9) malam. Suasana haru menyelimuti ketika sang isteri tercinta Ny. Wiwik Marlis Rahman bersama putrinya melantukan lagu “Kisah Cinta Untuk Starla”, sebagai persembahan dan bukti kasih kepada sang suami.
Menyampaikan pengantar dalam peluncuran buku Gubernur Cendikiawan, Marlis Rahman menyatakan, buku itu bukan sekedar cerita perjalanan hidupnya. Dia berharap, buku tersebut menjadi dokumentasi daerah dan menjadi inspirasi bagi pembaca.
“Tujuan buku ini ditulis, bukan sekedar menuangkan perjalanan hidup saya namun harapan kami, menjadi inspirasi bagi masyarakat pembaca,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memberikan sambutan dalam peluncuran buku Gubernur Cendikiawan menyampaikan apresiasi yang sangat besar. Dia menyebutkan, mengenal pendahulunya itu sebagai seorang pemimpin yang cendikiawan.
“Beliau juga seorang pemimpin yang mampu menginspirasi banyak orang,” katanya.
Buku Gubernur Cendikiawan disunting oleh dua penulis kawakan, Eko Yanche Edrie dan Hj. Nita Indrawati. Peluncurannya dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano dan sejumlah petinggi serta tokoh-tokoh penting lainnya. (feb)






