PADANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kinerja sector jasa keuangan di Sumatera Barat saat ini cukup solid dan berperan seginifikan dalam mendukung aktivitas perekonomian. Hal itu tercermin dari pertumbuhan produk domestic regional bruto (PDRB) triwulan II tahun 2025 sebesar 3,49 persen (year on year/yoy).
“Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi daerah,” kata Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra, Kamis (28/8/2025).
Roni mengungkap, sektor perbankan di Sumatera Barat mencatatkan total aset perbankan sebesar Rp84,22 triliun, tumbuh sebesar 2,79 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy). Total penyaluran kredit pembiayaan sebesar Rp73,36 triliun atau tumbuh 2,71 persen (yoy).
Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) adalah sebesar Rp57,99 triliun atau tumbuh 2,13 persen. Risiko kredit masih terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) 2,65 persen meskipun sedikit meningkat disbanding tahun sebelumnya yang hanya 2,53 persen.
“Penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,62 triliun, tumbuh sebesar 0,62 persen (yoy) atau 43,10 persen dari total kredit,” ujarnya.
Sementara itu, pertumbuhan Industri Keuangan Non-Bank, khususnya perusahaan pembiayaan posisi Juni 2025 cukup baik, dengan total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp5,50 triliun atau tumbuh 1,89 persen (yoy). Risiko pembiayaan Non Performing Finance (NPF) tercatat sebesar 2,07 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.
Terkait edukasi dan perlindungan konsumen jasa keuangan, Roni Nazra menyebutkan telah menyelenggarakan sedikitnya 37 kegiatan secara langsung dan 19 kegiatan edukasi tidak langsung melalui media sosial dan media cetak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas OJK, produk dan layanan industri jasa keuangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal. F







