
PADANG- Kinerja sektor perbankan Sumatera Barat tumbuh positif pada Maret 2022. Pertumbuhannya jauh lebih baik dibanding bulan Desember tahun 2021.
Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sumatera Barat, Yusri, Jumat (13/5/2022). Menurut Yusri, baik dari sisi aset, penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) terlihat tumbuh positif. Sementara itu tingkat risiko kredit atau non performing loan (NPL) juga cukup terjaga.
“Kinerja perbankan tumbuh positif pada Maret 2022, jauh lebih baik dibandingkan pada posisi Desember 2021. Pertumbuhan aset, kredit maupun DPK positif sementara NPL terjaga,” ujar Yusri.
Dia menyebutkan, NPL perbankan Sumatera Barat pada Maret 1,97 persen. Sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 114,81 persen, di atas LDR nasional yang berada di angka 79,48 persen year on year (yoy).
Dia menguraikan, NPL bank konvensional tercatat 1,98 persen dan LDR bank konvensional 120,39 persen (yoy). Pertumbuhan aset pada bulan Maret 12,42 persen, naik dibanding bulan Desember 2021 yang berada pada angka 11,39 persen (yoy). Pertumbuhan kredit mencapai 7,49 persen naik dibanding Desember 2021 yang baru mencapai 7,39 persen (yoy).
Sedangkan pertumbuhan DPK padan Maret 2022 mencapai 10,24 persen. Naik dibanding Desember 2021 yang berada pada angka 7,47 persen.
Dia berharap, pertumbuhan aset konsisten hingga akhir tahun. Sementara kredit diharapkan juga bertumbuh hingga 7,5 persen.
Menurutnya, pertumbuhan kredit tersebut optimis bisa dicapai, seiring aktivitas masyarakat yang sudah semakin normal pascapandemi Covid-19.
Dia mengungkapkan, kebijakan relaksasi kredit yang dikeluarkan OJK dirasakan cukup membantu sehingga risiko kredit perbankan cukup terjaga.
Menariknya, kata Yusri, perkembangan DPK selama tiga bulan terakhir justru menurun. Dia menyebut, kondisi itu bisa jadi diakibatkan perhitungan rasional nasabah yang melihat bunga tabungan yang relatif kecil.
Dia memaparkan, tabungan turun dari 11,08 persen mnjadi 10,96 persen. Deposito naik dari -11,85 persen menjadi 4,28 persen. Sementara Giro dari -47,07 persen naik menjadi 24,15 persen pada Maret 2022.
Dari sisi perbankan syariah, Sumatera Barat juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Aset dan Pembiayaan Perbankan Syariah tercatat tumbuh masing-masing sebesar 16,44 persen (yoy) dan 18,59 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tumbuh 15,51 persen (yoy) dan Rasio Non Performing Finance (NPF) sebesar 1,98 persen.
Sementara untuk kinerja BPR dan BPRS di Sumatera Barat juga mengalami pertumbuhan positif. Posisi Maret tahun 2022, Kredit tumbuh sebesar 6,00 persen (yoy).
Dari sisi penghimpunan dana, Dana pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,33 persen dengan rasio Non Performing Loans (NPL) sebesar 6,95 persen. Fungsi intermediasi BPR dan BPRS cukup baik terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 94,63 persen, rasio permodalan (CAR) masih cukup baik 29,22 persen. (Febry)






